Kemendikdasmen Tuntaskan Program Revitalisasi 726 Satuan Pendidikan Tahun 2025 di Provinsi Aceh
BIREUEN — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti meresmikan hasil Program Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2025 di Kabupaten Bireuen, Aceh, Selasa (11/3). Peresmian ini menandai rampungnya pembangunan dan perbaikan sarana pendidikan di 29 sekolah dengan total bantuan sekitar Rp36 miliar.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas dan kenyamanan proses pembelajaran, khususnya di wilayah terdampak bencana. Secara keseluruhan di Provinsi Aceh, program revitalisasi 2025 telah menjangkau 726 satuan pendidikan dengan total anggaran mencapai Rp688,2 miliar, mencakup jenjang PAUD, pendidikan dasar, menengah, hingga nonformal.
Dalam sambutannya, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa revitalisasi ini berperan penting dalam memulihkan kegiatan belajar mengajar agar kembali berjalan optimal.
“Program revitalisasi ini berhasil membangkitkan semangat belajar murid dan guru karena meningkatkan kenyamanan saat proses pembelajaran,” ujarnya.
Untuk tahun 2026, pemerintah kembali melanjutkan program serupa. Di Kabupaten Bireuen, tercatat 116 sekolah terdampak bencana telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan total bantuan mencapai Rp167,4 miliar. Sebanyak 86 sekolah akan dikerjakan secara swakelola, sementara 30 lainnya melibatkan TNI AD.
Pada kesempatan itu, Mendikdasmen juga melakukan peletakan batu pertama pembangunan di TK Negeri Muhajidin sebagai bagian dari realisasi program revitalisasi 2026.
Ia menekankan bahwa pembangunan sarana pendidikan tidak sekadar pembangunan fisik, melainkan investasi jangka panjang dalam membangun generasi unggul.
“Membangun gedung bukan sekadar mendirikan tembok, tetapi membangun fondasi kokoh untuk mencetak anak-anak Indonesia yang cerdas dan berkarakter,” tegasnya.
Dampak Nyata bagi Sekolah
Sejumlah sekolah penerima manfaat mengakui dampak signifikan dari program ini. Pelaksana Tugas Kepala SMP Negeri 1 Peusangan Selatan, Leni, menyebut kondisi ruang kelas kini jauh lebih layak dan mendukung proses belajar.
“Siswa lebih fokus karena ruang kelas tidak lagi bocor, fasilitas lebih baik, termasuk perpustakaan dan laboratorium komputer,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Kepala SMA Negeri 3 Samalanga, Ira Novita, yang menilai pembangunan fasilitas baru membantu optimalisasi pembelajaran, termasuk pemanfaatan laboratorium IPA.
Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Peudada, Yuslina, menyebut revitalisasi telah memperbaiki berbagai fasilitas sekolah, mulai dari ruang kelas, perpustakaan, hingga pembangunan toilet, UKS, dan ruang BK.
Resmikan Ruang Kelas Darurat Pascabencana
Selain revitalisasi reguler, pemerintah juga memperkuat pemulihan pendidikan pascabencana banjir yang melanda Aceh pada akhir November 2025. Dari 3.120 usulan sekolah terdampak, sebanyak 2.178 sekolah telah terverifikasi menerima bantuan, termasuk kategori relokasi, rusak berat, sedang, hingga ringan.
Dalam kunjungannya, Mendikdasmen turut meresmikan delapan Ruang Kelas Darurat (RKD) di SMK Negeri 1 Peusangan. Secara total, terdapat 15 RKD yang tersebar di lima sekolah di Kabupaten Bireuen.
Kepala SMK Negeri 1 Peusangan, Faisal, menyampaikan bahwa kehadiran RKD sangat membantu pemulihan kegiatan belajar.
“Kami bersyukur, murid kini bisa belajar lebih fokus dan tertib. Ruang belajar yang layak sangat penting untuk menjaga semangat belajar,” ujarnya.
Menutup kegiatan, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pembangunan RKD merupakan bagian dari percepatan pemulihan layanan pendidikan pascabencana.
“Semangat belajar harus tetap terjaga. Kehadiran RKD ini menjadi wujud nyata upaya pemulihan sekaligus membangkitkan kembali motivasi belajar para siswa,” pungkasnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow