Wamen Fajar Ingatkan Sekolah Muhammadiyah Lakukan Tajdid Pendidikan dan Perkuat Kualitas Guru

Wamen Fajar Ingatkan Sekolah Muhammadiyah Lakukan Tajdid Pendidikan dan Perkuat Kualitas Guru

Smallest Font
Largest Font

SUKABUMI — Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Fajar Riza Ul Haq, mengingatkan sekolah-sekolah Muhammadiyah untuk melakukan tajdid pendidikan atau pembaruan menyeluruh, sekaligus memperkuat kualitas guru sebagai fondasi utama peningkatan mutu pembelajaran.

Pesan tersebut disampaikan saat menutup kegiatan Baitul Arqom Guru yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) bekerja sama dengan Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan Jawa Barat pada Ahad (15/2). Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa sinergi antarlembaga menjadi kunci mewujudkan pendidikan Muhammadiyah yang unggul dan berkemajuan.

Menurutnya, realitas sekolah swasta menunjukkan disparitas mutu yang cukup nyata. Di satu sisi, terdapat sekolah Muhammadiyah yang sangat diminati hingga calon siswa harus mengantre bertahun-tahun, seperti SD Muhammadiyah Sapen. Namun di sisi lain, masih ada sekolah yang jumlah siswanya terbatas dan berjuang menjaga keberlanjutan.

“Ini menunjukkan bahwa kualitas menentukan kepercayaan publik. Orang tua akan memilih sekolah terbaik. Jika tidak berbenah dan melakukan reformasi, kita akan tertinggal,” tegasnya.

Wamen Fajar menekankan bahwa tantangan utama terletak pada mutu pembelajaran. Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMA, menurutnya, belum menempatkan sekolah Muhammadiyah dalam jajaran 10 besar maupun 100 besar. Kondisi ini harus dijadikan cermin evaluasi bersama.

“Yang perlu kita benahi bukan anak-anaknya, melainkan kualitas pembelajaran, kompetensi guru, dan kepemimpinan kepala sekolah. Standar mutu harus objektif. Literasi dan numerasi kita juga masih berada di bawah standar global,” ujarnya.

Ia menambahkan, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu'ti, tengah melakukan pembenahan tata kelola guru secara sistemik berbasis empat kompetensi sesuai amanat Undang-undang Guru dan Dosen, yakni pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian.

Selain itu, Kemendikdasmen mempercepat pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru (PPG) dengan menyiapkan kuota bagi 150 ribu calon guru tahun ini. Pemerintah juga memastikan tunjangan profesi guru (TPG) sebesar Rp2 juta per bulan disalurkan langsung setiap bulan tanpa melalui pemerintah daerah. Kebijakan ini menjadi wujud keberpihakan kepada guru, baik di sekolah negeri maupun swasta.

Pada akhir kegiatan, dilakukan penandatanganan kontrak kerja sama antara UMMI dan BBGTK Jawa Barat tentang Peningkatan Kualitas Guru di Lingkungan Dikdasmen Kota dan Kabupaten Sukabumi.

Kerja sama tersebut diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat kapasitas dan profesionalisme guru-guru Muhammadiyah di wilayah Sukabumi.

Menutup sambutannya, Wamen Fajar mengutip hadis Nabi yang menyatakan bahwa Allah mencintai seseorang yang apabila bekerja, ia menyempurnakan pekerjaannya secara profesional. Ia pun mengajak para guru menjalankan profesinya dengan totalitas dan kualitas terbaik.

“Guru yang profesional dan bekerja dengan sungguh-sungguh adalah fondasi kemajuan sekolah dan masa depan generasi bangsa,” pungkasnya.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow