SUMU Sidoarjo Perkuat Daya Saing UMKM, Kopdar Jadi Ajang Buka Peluang Bisnis hingga Ekspor

SUMU Sidoarjo Perkuat Daya Saing UMKM, Kopdar Jadi Ajang Buka Peluang Bisnis hingga Ekspor

Smallest Font
Largest Font

SIDOARJO — Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) Sidoarjo kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekosistem kewirausahaan melalui Kopdar SUMU Sidoarjo bertema "Big Deal, Big Opportunity" yang digelar pada Sabtu (1/8).

Kegiatan ini mempertemukan pelaku usaha, UMKM, profesional, dan komunitas bisnis dari berbagai sektor untuk berbagi pengalaman, memperluas jejaring, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih strategis.

Mengusung semangat membangun ekosistem bisnis yang saling menguatkan, Kopdar SUMU Sidoarjo tidak hanya menghadirkan sesi berbagi ilmu dari para praktisi, tetapi juga menjadi ruang lahirnya berbagai peluang kerja sama yang diharapkan mampu meningkatkan daya saing UMKM menuju pasar nasional hingga internasional.

Ketua Koordinator Daerah (Korda) SUMU Sidoarjo, Samsul Sudhibiyo, menegaskan bahwa Kopdar SUMU hadir dengan semangat baru yang berorientasi pada aksi nyata.

"Kopdar SUMU Sidoarjo bukan sekadar ajang silaturahmi. Kami ingin membangun ekosistem bisnis yang benar-benar konkret, saling terhubung, dan saling melengkapi. Ibarat menyusun kepingan puzzle, setiap anggota memiliki peran penting. Ketika semuanya terhubung, akan terbentuk sebuah ekosistem yang utuh sehingga setiap anggota memiliki kesempatan untuk bertumbuh dan meraih kesuksesan bersama," ujarnya.

Kegiatan dibuka oleh Ketua LP UMKM PDM Sidoarjo, Imam Sugiri, yang sekaligus menjadi fasilitator kopdar. Kehadirannya menjadi wujud dukungan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sidoarjo bersama LP UMKM PDM Sidoarjo dalam memperkuat kapasitas pelaku usaha Muhammadiyah di daerah.

Dalam sambutannya, Imam menekankan bahwa kolaborasi merupakan fondasi utama dalam membangun kekuatan ekonomi umat.

"SUMU menjadi ruang strategis untuk mempertemukan pelaku usaha, membangun sinergi, dan menghadirkan solusi bersama. Kami berharap forum seperti ini terus melahirkan kolaborasi nyata yang berdampak pada peningkatan kualitas usaha dan kesejahteraan masyarakat," katanya.

Sesi pertama menghadirkan Uky, praktisi Website Corporate dan Search Engine Optimization (SEO), yang mengulas pentingnya transformasi digital bagi pelaku usaha. Menurutnya, website perusahaan kini bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan identitas resmi yang mampu meningkatkan kredibilitas bisnis di era digital.

Peserta memperoleh wawasan mengenai pembangunan website profesional, optimalisasi SEO, hingga strategi meningkatkan visibilitas bisnis melalui pemasaran digital.

"Di era digital, website adalah kantor utama sebuah bisnis di internet. Ketika website dibangun dengan baik dan didukung strategi SEO yang tepat, peluang usaha untuk ditemukan calon pelanggan akan meningkat secara signifikan. Digitalisasi bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan bagi UMKM yang ingin naik kelas," jelas Uky.

Materi berikutnya disampaikan Ahmad, praktisi sekaligus pembeli pasar Jepang. Berbekal pengalaman menjalin kerja sama dengan berbagai produsen Indonesia, ia memaparkan karakteristik pasar Jepang yang sangat mengutamakan kualitas, konsistensi, dan kepercayaan.

Menurutnya, peluang ekspor ke Jepang masih terbuka lebar selama pelaku usaha mampu menjaga standar mutu produk dan memenuhi komitmen bisnis.

"Pasar Jepang tidak hanya membeli produk yang bagus, tetapi juga mencari mitra bisnis yang konsisten dan dapat dipercaya. Jika UMKM Indonesia mampu menjaga kualitas, disiplin produksi, serta memenuhi komitmen, peluang memasuki pasar Jepang sangat besar," ungkapnya.

Sementara itu, Amin, Founder Ekspor.id, membahas strategi ekspor bagi UMKM Indonesia. Ia menjelaskan berbagai tahapan yang perlu dipersiapkan, mulai dari legalitas usaha, kesiapan produk, hingga pemetaan pasar internasional agar pelaku usaha lebih siap bersaing di pasar global.

Menurutnya, perkembangan teknologi dan kemudahan akses informasi telah membuka peluang ekspor yang semakin luas bagi UMKM.

"Ekspor bukan lagi sesuatu yang hanya bisa dilakukan perusahaan besar. UMKM juga memiliki peluang yang sama selama mampu mempersiapkan produk, legalitas, serta memahami kebutuhan pasar tujuan. Yang terpenting adalah keberanian untuk memulai dan terus meningkatkan kualitas," kata Amin.

Diskusi berlangsung dinamis dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Mereka aktif mengajukan pertanyaan, berbagi pengalaman, hingga mendiskusikan peluang kolaborasi lintas sektor.

Sejumlah pelaku usaha juga menyatakan ketertarikannya untuk menjalin kerja sama pemasaran, mengikuti program digitalisasi bisnis, serta memanfaatkan pendampingan ekspor yang diperkenalkan dalam forum tersebut.

Melalui Kopdar ini, SUMU Sidoarjo berharap dapat terus menjadi wadah yang mempertemukan para pelaku usaha untuk membangun jejaring bisnis yang kuat, menciptakan peluang usaha baru, sekaligus meningkatkan daya saing UMKM Indonesia di tengah persaingan ekonomi global.

Ke depan, SUMU Sidoarjo berkomitmen menghadirkan lebih banyak program edukasi, pelatihan, forum bisnis, dan pendampingan bersama para praktisi berpengalaman. Upaya tersebut diharapkan mampu membuka akses pasar yang lebih luas sekaligus memperkuat ekosistem usaha yang kolaboratif, inovatif, dan berkelanjutan.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow