PIP Hadirkan Harapan Baru, Murid di Yogyakarta Bertahan Sekolah dan Kembali Percaya Diri

PIP Hadirkan Harapan Baru, Murid di Yogyakarta Bertahan Sekolah dan Kembali Percaya Diri

Smallest Font
Largest Font

Yogyakarta, 11 Mei 2026 — Program Indonesia Pintar (PIP) terus menghadirkan dampak nyata bagi dunia pendidikan, khususnya dalam membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu agar tetap dapat mengakses pendidikan dan melanjutkan sekolah.

Cerita tentang perubahan itu hadir dari warga sekolah di SD Negeri Lempuyangan 1 dan SMP Negeri 15 Yogyakarta, Minggu (10/5).

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, menyampaikan bahwa Program Indonesia Pintar memiliki dua tujuan utama, yakni memutus rantai kemiskinan dan mencegah anak putus sekolah karena alasan ekonomi.

“Program PIP diluncurkan dengan dua tujuan utama, yang pertama adalah untuk memutus rantai kemiskinan dan yang kedua juga untuk memutus anak putus sekolah dengan alasan ekonomi,” ujar Wamendikdasmen Atip.

Ia menambahkan, berbagai evaluasi terus dilakukan agar pelaksanaan PIP semakin tepat sasaran, transparan, dan efektif. Perbaikan sistem penyaluran menjadi bagian penting dalam memastikan setiap anak Indonesia memperoleh hak atas pendidikan yang bermutu.

“Harus dilakukan perbaikan-perbaikan sistem agar PIP itu betul-betul efektif. Visi utama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah adalah pendidikan bermutu untuk semua, maka semuanya harus memiliki akses terhadap pendidikan yang bermutu,” lanjutnya.

Kepala SD Negeri Lempuyangan 1, Giyoto, menjelaskan bahwa PIP menjadi salah satu program yang sangat membantu peserta didik dari keluarga rentan agar tetap dapat melanjutkan pendidikan. Pada tahun 2025, tercatat sebanyak 222 siswa menerima manfaat PIP. Sementara hingga Mei 2026, terdapat 20 siswa penerima yang tersebar dari kelas 1 hingga kelas 6.

Menurutnya, sekolah berperan aktif dalam proses pendataan, verifikasi, hingga pendampingan pencairan bantuan agar bantuan benar-benar diterima siswa yang berhak.

Di balik data tersebut, tersimpan kisah perubahan seorang siswa yang sempat kehilangan semangat belajar. Giyoto menceritakan, salah satu muridnya yang disamarkan dengan inisial S, sempat sering tidak masuk sekolah hingga lima sampai enam hari dalam sebulan. Berbagai upaya dilakukan guru melalui home visit untuk membangun kembali motivasi belajarnya.

Perubahan mulai terlihat ketika keluarga siswa tersebut memperoleh pendampingan terkait Program Indonesia Pintar. Guru dan orang tua bersama-sama membangun disiplin serta semangat belajar anak. Sejak saat itu, siswa tersebut mulai lebih rajin hadir di sekolah dan kembali percaya diri mengikuti pembelajaran.

“Program ini bukan sekadar bantuan biaya pendidikan, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi anak-anak untuk terus belajar dan meraih masa depan yang lebih baik,” ungkap Giyoto.

Cerita serupa juga hadir dari SMP Negeri 15 Yogyakarta. Kepala sekolah Siswanto menyampaikan bahwa terdapat sekitar 67 murid penerima manfaat PIP di sekolahnya. Program tersebut dinilai efektif membantu kebutuhan pendidikan siswa, mulai dari pembelian buku, seragam, hingga biaya transportasi.

Menurut Siswanto, PIP menjadi salah satu program penting dalam menjaga keberlangsungan pendidikan siswa dari keluarga kurang mampu agar tetap percaya diri dan termotivasi dalam belajar.

Melalui penguatan Program Indonesia Pintar, Kemendikdasmen terus berupaya memastikan setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan bermutu dan mewujudkan masa depan yang lebih baik.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow