Kemendikdasmen Luncurkan 32 Buku Anak Bertema Perubahan Iklim, Dukung Literasi Lingkungan Sejak Dini
Jakarta, 20 September 2025 — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi meluncurkan 32 modul ajar dan 4 perangkat pembelajaran interdisipliner berbasis projek (PPIBP) dalam Festival Literasi dan Iklim 2025. Program ini menekankan pentingnya literasi sebagai fondasi strategis untuk membentuk generasi yang sadar lingkungan.
Kepala Pusat Perbukuan Kemendikdasmen, Supriyatno, menegaskan bahwa literasi memiliki peran vital dalam membantu anak-anak memahami informasi, berpikir kritis, serta mengambil keputusan yang bertanggung jawab. Buku cerita anak bertema perubahan iklim ini disiapkan untuk memperkuat kapasitas generasi muda dalam merespons isu-isu iklim secara bijak.
Buku-buku tersebut dipastikan akan terdistribusi merata hingga menjangkau sekolah di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Upaya ini menjadi wujud komitmen Kemendikdasmen agar seluruh anak Indonesia memperoleh akses setara terhadap bacaan bermutu yang relevan dengan isu lingkungan.
Peluncuran buku ini merupakan hasil kolaborasi Kemendikdasmen dengan Program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI)—kemitraan bidang pendidikan antara Pemerintah Indonesia dan Australia—serta Yayasan Literasi Anak Indonesia (YLAI). Para penulis berasal dari guru, pegiat literasi, hingga aktivis lingkungan dari berbagai provinsi. Isi buku mencerminkan keberagaman sosial, geografis, dan isu lingkungan di Indonesia, sekaligus memperlihatkan kontribusi nyata ekosistem perbukuan nasional dalam membangun literasi iklim.
Buku cerita dipilih karena efektif menyampaikan pesan keberlanjutan melalui bahasa sederhana dan ilustrasi menarik. Media ini mampu membangun empati serta menumbuhkan tanggung jawab anak terhadap alam sejak dini. Hasil studi INOVASI bahkan menunjukkan, penyediaan buku anak yang tepat, disertai pelatihan guru, dapat meningkatkan skor literasi hingga 25%.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Australia. Minister Counsellor Tata Kelola dan Pengembangan Manusia Kedutaan Besar Australia, Tim Stapelton, menekankan bahwa perubahan iklim adalah tantangan global yang berdampak langsung pada kehidupan anak-anak. Melalui Program INOVASI, Pemerintah Australia mendukung produksi 32 buku anak bertema iklim yang mudah dipahami, relevan secara budaya, dan menarik. Dukungan ini merupakan bagian dari kemitraan strategis Indonesia–Australia yang sudah berjalan lebih dari 75 tahun.
Festival Literasi dan Iklim 2025 sendiri terselenggara berkat kerja sama Kemendikdasmen, INOVASI, Yayasan Heka Leka, dan PT Integrasi Transit Jakarta. Festival ini menghadirkan peluncuran buku, diskusi publik, hingga aktivitas edukatif yang interaktif dan inklusif. Sejumlah tokoh penting turut hadir, termasuk Wakil Gubernur DKI Jakarta dan Gubernur Maluku, bersama pemangku kepentingan dari ekosistem perbukuan nasional.
Dengan peluncuran ini, Kemendikdasmen menegaskan komitmennya menghadirkan bahan bacaan yang relevan, berkualitas, dan kontekstual. Literasi yang kuat diharapkan mampu memperkuat generasi muda agar lebih siap menghadapi tantangan global sekaligus berkontribusi menjaga keberlanjutan bumi.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow