Kemendikdasmen dan Dekranas Kolaborasi Lestarikan Tenun Nusantara Lewat Program PKW

Kemendikdasmen dan Dekranas Kolaborasi Lestarikan Tenun Nusantara Lewat Program PKW

Smallest Font
Largest Font

LAMONGAN — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bekerja sama dengan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) dalam upaya melestarikan tenun nusantara melalui kursus dan pelatihan kewirausahaan. Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) menjadi bagian dari Program Prioritas Nasional yang telah dijalankan bersama Dekranas sejak 2020. Melalui program ini, peserta didik dilatih untuk belajar, mengasah kompetensi, serta merintis usaha mandiri yang berdaya saing.

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi PKPLK, Tatang Muttaqin, menyampaikan bahwa program PKW sejalan dengan amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, yakni mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua. Melalui pendidikan nonformal, anak-anak Indonesia tetap dapat berdaya dan mengembangkan keterampilan hidup.

“PKW kerja sama Kemendikdasmen dan Dekranas 2025 menyasar 500 peserta didik di Indonesia. Program ini tidak hanya menekankan aspek kursus dan pelatihan, tetapi juga menekankan keberlanjutan usaha yang telah dirintis peserta,” ujar Tatang di Lamongan, Jawa Timur, Selasa (7/10).

Tatang menjelaskan, terdapat empat Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) yang turut melaksanakan program PKW, yakni Kabupaten Lamongan (Jawa Timur), Kabupaten Bojonegoro (Jawa Timur), Kabupaten Jepara (Jawa Tengah), dan Kabupaten Ogan Ilir (Sumatra Selatan). Ia berharap kerja sama ini dapat melahirkan generasi muda yang mampu menghasilkan produk bernilai ekonomi tinggi, tidak hanya untuk pasar lokal, tetapi juga internasional.

Sementara itu, Masmidah, selaku Wakil Ketua Bidang Wirausaha Baru Dekranas sekaligus Ibu Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, berpesan agar generasi muda terus melestarikan warisan budaya melalui semangat wirausaha.

“Anak-anak muda yang ikut pelatihan ini luar biasa karena mereka adalah agen pewaris budaya. Melalui PKW kerja sama Dekranas, mereka belajar kemandirian untuk menjadi perajin tenun sekaligus wirausaha muda, terutama bagi yang tidak melanjutkan pendidikan formal,” ungkapnya.

Masmidah juga berharap pelatihan PKW dapat dilaksanakan secara maksimal agar peserta mampu merintis usaha mandiri dengan semangat melestarikan wastra nusantara. “Ikuti pelatihan dengan baik, kemudian kembangkan diri untuk lebih maju. Banyaklah berlatih dengan semangat, meskipun ada kendala, teruslah memperkuat diri dan pantang menyerah,” ujarnya.

Program kolaborasi antara Kemendikdasmen dan Dekranas ini sebelumnya telah menyasar 5.544 anak di seluruh Indonesia sepanjang 2020—2024. Inisiatif ini menjadi wujud nyata sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung pengembangan keterampilan dan wirausaha melalui program PKW Tekun Tenun dan Kriya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengapresiasi program kolaborasi tersebut. Ia menilai kerja sama ini dapat mempercepat transformasi ekonomi daerah, khususnya di sektor industri kreatif.

“Lamongan memiliki potensi besar dalam bidang tenun dan batik. Program ini sejalan dengan misi Kabupaten Lamongan untuk mengembangkan industri kreatif serta melahirkan wirausaha baru yang mandiri dan berdaya saing,” ujar Yuhronur.

Di sisi lain, Ketua Bidang Wirausaha Baru Dekranas Metty Herindra menyampaikan antusiasmenya terhadap pelaksanaan program PKW kerja sama Kemendikdasmen dan Dekranas. Ia berharap agar pelaksanaan program disertai dengan pemantauan berkelanjutan pascapelatihan.

“Program PKW adalah bukti bahwa pemerintah benar-benar hadir dalam pengembangan sumber daya manusia. Untuk memperkuat capaian program dan memastikan keberlanjutannya, perlu dilakukan monitoring dan evaluasi secara berkala,” pungkasnya.


Sumber: https://kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow