Wamen Atip: Kolaborasi Catur Pusat Pendidikan Jadi Kunci Penguatan Karakter Anak
MAKASSAR, 25 September 2025 – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) bekerja sama dengan Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Sulawesi Selatan menggelar kegiatan Fasilitasi dan Advokasi Kebijakan Penguatan Karakter. Forum ini menjadi langkah bersama untuk memperkuat implementasi Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH) khususnya di Sulawesi Selatan.
Acara dibuka oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya peran catur pusat pendidikan—sekolah, orang tua, masyarakat, dan media—dalam membangun karakter anak. Atip menambahkan, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci agar kebijakan nasional dapat diterjemahkan menjadi aksi nyata di lapangan.
“Saat ini kita menghadapi tantangan generasi instan yang rawan krisis moral. Pendidikan harus menghadirkan pembiasaan yang melahirkan generasi cerdas sekaligus berkarakter kuat. Kolaborasi pemerintah, sekolah, dan masyarakat adalah cara paling efektif untuk menanamkan kebiasaan positif sejak dini,” ujarnya.
Kepala Puspeka Kemendikdasmen, Rusprita Putri Utami, menambahkan bahwa gerakan 7KAIH sejalan dengan Asta Cita keempat Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, gerakan ini bukan hanya program kementerian, tetapi harus menjadi gerakan nasional yang dihidupkan bersama. Kolaborasi di Sulawesi Selatan menunjukkan bagaimana perubahan karakter bisa lahir dari kesepakatan aksi antara sekolah, orang tua, masyarakat, dan media.
Dalam forum ini, Kemendikdasmen memperkenalkan sejumlah program pendukung, seperti Gerakan 7KAIH, Pertemuan Pagi Ceria yang memadukan Senam Anak Indonesia Hebat, menyanyikan Indonesia Raya, doa bersama, budaya belajar yang menyenangkan, serta penguatan inklusivitas dan kebinekaan. Hasil forum kemudian dirumuskan dalam rencana tindak lanjut yang memuat jenis kegiatan, target, jadwal, dan strategi monitoring untuk memperluas penerapan 7KAIH di sekolah dan keluarga.
Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Mustakim, menegaskan bahwa keberhasilan gerakan ini hanya bisa terwujud bila pemerintah pusat dan daerah bekerja selaras. Ia menyebutkan, tindak lanjut yang diprioritaskan adalah sosialisasi ke sekolah dan masyarakat serta integrasi 7KAIH dalam kurikulum maupun kegiatan ekstrakurikuler.
Contoh praktik baik ditunjukkan SD Islam Terpadu Ar-Rahmah Makassar melalui program Semai 7KAIH. Program ini menanamkan kebiasaan positif seperti bangun pagi, menyapa guru, berbagi alat tulis, hingga menyelesaikan konflik tanpa kekerasan. Sekolah juga menjalankan program makan sehat bergilir setiap Selasa dan memantau kebiasaan siswa lewat aplikasi SAVA yang terhubung dengan orang tua.
Kepala sekolah, Jusria Kadir, menyampaikan bahwa sejak penerapan 7KAIH, siswa lebih rajin berolahraga, membaca, dan mengonsumsi makanan sehat. Ia menegaskan, keberhasilan pembiasaan hanya bisa dicapai bila sekolah, orang tua, dan masyarakat berperan aktif bersama.
Kemendikdasmen berharap sinergi lintas pihak di Sulawesi Selatan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam menumbuhkan generasi muda yang sehat, cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow