SUMU Tulungagung Dorong Pelaku Usaha Bangun Bisnis Sehat Lewat Sinau Bareng Struktur Organisasi

SUMU Tulungagung Dorong Pelaku Usaha Bangun Bisnis Sehat Lewat Sinau Bareng Struktur Organisasi

Smallest Font
Largest Font

TULUNGAGUNG — Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) Tulungagung menggelar kegiatan Sinau Bareng: Struktur Organisasi Sesuai Model Bisnis pada Ahad (7/6) di Aula Masjid Al Fattah Tulungagung. Kegiatan ini diselenggarakan bersama Pecah Telur, Rapiin Organizer, serta sejumlah komunitas dan organisasi kewirausahaan, di antaranya HIPMI Tulungagung dan TDA Tulungagung.

Sekitar 40 peserta dari berbagai latar belakang usaha, komunitas bisnis, dan organisasi di Kabupaten Tulungagung mengikuti kegiatan yang berlangsung interaktif tersebut. Hadir sebagai narasumber utama, Alfath, praktisi manajemen sumber daya manusia dan tata kelola organisasi.

Melalui forum ini, peserta diajak memahami bahwa pertumbuhan bisnis tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menjual produk atau strategi pemasaran. Struktur organisasi yang jelas, pembagian tugas yang tepat, serta tata kelola yang sesuai dengan model bisnis menjadi faktor penting dalam membangun usaha yang sehat dan berkelanjutan.

Dalam pemaparannya, Alfath menjelaskan bahwa struktur organisasi berfungsi sebagai alat untuk mengidentifikasi berbagai persoalan yang muncul dalam perusahaan. Menurutnya, penyusunan struktur organisasi dapat dianalogikan sebagai proses diagnosis kesehatan sebuah bisnis.

“Struktur organisasi ibarat proses diagnosis oleh dokter. Ketika diagnosisnya tepat, akar masalah perusahaan dapat ditemukan sehingga solusi yang diberikan menjadi lebih efektif dan tepat sasaran,” ujarnya.

Melalui sesi workshop dan diskusi yang berlangsung dinamis, peserta memperoleh perspektif baru mengenai kondisi organisasi di usaha masing-masing. Banyak di antara mereka menyadari bahwa struktur yang selama ini diterapkan belum tentu selaras dengan kebutuhan bisnis maupun fase pertumbuhan usaha yang sedang dijalani.

Ketidaksesuaian struktur organisasi tersebut dapat memunculkan berbagai persoalan, mulai dari tumpang tindih pekerjaan, ketidakjelasan tanggung jawab antaranggota tim, hingga lambatnya proses pengambilan keputusan yang berpotensi menghambat perkembangan usaha.

Selain memperoleh materi dan wawasan praktis, peserta juga mendapatkan kesempatan untuk berkonsultasi langsung dengan narasumber. Forum ini menjadi ruang berbagi pengalaman, bertukar gagasan, sekaligus belajar dari berbagai tantangan yang dihadapi pelaku usaha lainnya.

Sebagai tindak lanjut, SUMU Tulungagung berencana menghadirkan program Klinik Bisnis, yakni forum pendampingan dalam kelompok kecil yang dirancang untuk membantu pelaku usaha melakukan diagnosis secara lebih mendalam terhadap persoalan yang dihadapi.

Melalui program tersebut, peserta diharapkan mampu mengidentifikasi akar masalah bisnis secara lebih akurat serta memperoleh rekomendasi solusi, strategi perbaikan, dan langkah implementasi yang sesuai dengan kebutuhan usaha masing-masing.

SUMU Tulungagung berharap kegiatan Sinau Bareng ini menjadi langkah awal dalam membangun budaya belajar, berkolaborasi, dan saling menguatkan di kalangan pelaku usaha. Dengan demikian, semakin banyak bisnis yang tumbuh secara sehat, dikelola secara profesional, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow