SUMU Catalyst Dorong Pelaku Usaha Tak Terjebak Tren Digitalisasi

SUMU Catalyst Dorong Pelaku Usaha Tak Terjebak Tren Digitalisasi

Smallest Font
Largest Font

BENGKULU — Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) melalui program SUMU Catalyst berkolaborasi dengan PT Hanara Prima Solusindo menggelar webinar bertajuk “Jangan Beli Aplikasi Dulu! Kenali Masalah Bisnis Sebelum Memulai Digitalisasi” pada Jumat (11/9).

Webinar yang berlangsung secara daring tersebut menghadirkan Direktur PT Hanara Prima Solusindo, Abdul Hamied, sebagai narasumber. Topik yang dibahas tentang pentingnya pendekatan yang tepat dalam transformasi digital agar investasi teknologi benar-benar memberikan dampak terhadap pertumbuhan dan efisiensi bisnis.

Dalam pemaparannya, Abdul Hamied mengingatkan pelaku usaha agar tidak menjadikan pembelian aplikasi sebagai langkah awal digitalisasi. Menurutnya, kebutuhan teknologi harus berangkat dari persoalan nyata yang dihadapi dalam menjalankan bisnis.

“Digitalisasi jangan dimulai dari pertanyaan aplikasi apa yang harus dibeli, tetapi dari masalah bisnis apa yang ingin diselesaikan. Teknologi akan memberikan manfaat ketika proses, kebutuhan, dan tujuan bisnis sudah dipahami dengan baik,” ujar Abdul Hamied.

Ia menjelaskan, digitalisasi seharusnya ditempatkan sebagai instrumen untuk menyelesaikan persoalan bisnis, bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi. Karena itu, pelaku usaha perlu terlebih dahulu memetakan proses kerja, menemukan titik persoalan, kemudian menentukan teknologi yang paling sesuai.

Dalam webinar tersebut, Hanara memaparkan tiga area yang dapat menjadi prioritas dalam digitalisasi bisnis, yakni pasar dan pemasaran, penjualan dan layanan, serta operasional dan kendali bisnis.

Pada aspek pasar dan pemasaran, pelaku usaha dapat memanfaatkan website maupun berbagai kanal digital untuk memperluas jangkauan sekaligus membangun interaksi dengan pelanggan.

Sementara pada sisi penjualan dan layanan, teknologi dapat digunakan untuk mengelola prospek, melakukan tindak lanjut, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan.

Adapun dalam operasional, teknologi dapat dimanfaatkan untuk mengelola inventori, transaksi, dan stok. Dashboard bisnis juga dapat dikembangkan untuk menghubungkan proses kerja antardivisi sehingga pengambilan keputusan dapat dilakukan lebih cepat dan berbasis data.

Abdul Hamied menegaskan bahwa digitalisasi tidak selalu berarti membangun atau membeli sistem baru. Pendekatan yang dipilih perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan kesiapan masing-masing bisnis.

“Tidak semua masalah membutuhkan aplikasi baru. Bisa jadi proses kerjanya yang perlu dirapikan, aplikasi yang sudah dimiliki belum dimaksimalkan, atau kebutuhan bisnis sebenarnya sudah bisa diselesaikan dengan aplikasi siap pakai. Sistem khusus baru diperlukan ketika ada kebutuhan penting yang memang belum terlayani oleh solusi yang tersedia,” jelasnya.

Ia juga mendorong pelaku usaha menerapkan transformasi digital secara bertahap. Proses tersebut dapat dimulai dari satu bagian bisnis yang paling prioritas, kemudian diuji dan dievaluasi berdasarkan hasil yang terukur.

“Mulailah dari satu proses yang paling penting. Jalankan, ukur hasilnya, kemudian evaluasi. Kalau terbukti memberikan dampak nyata, baru diperluas ke proses bisnis lainnya,” kata Abdul Hamied.

Melalui SUMU Catalyst, SUMU bersama PT Hanara Prima Solusindo berupaya membangun pemahaman bahwa pemanfaatan teknologi perlu dilakukan secara kritis, terukur, dan sesuai kebutuhan.

Digitalisasi tidak semestinya berhenti pada penggunaan aplikasi atau mengikuti tren teknologi. Lebih dari itu, teknologi perlu menjadi sarana untuk memperbaiki cara bisnis menjangkau pelanggan, menjalankan pekerjaan, mengelola operasional, hingga mengambil keputusan.

Kolaborasi tersebut sekaligus memperkuat peran SUMU Catalyst sebagai ruang belajar dan berbagi pengalaman bagi pelaku usaha Muhammadiyah. Dengan pemanfaatan teknologi yang tepat guna, pelaku usaha diharapkan mampu meningkatkan efisiensi, memperkuat daya saing, dan memastikan setiap investasi digital memberikan manfaat nyata bagi perkembangan bisnis.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow