Rumah Tahfidz KH Agus Salim Luncurkan Program Pelopor Desa Tahfidz, Hidupkan Pendidikan Al-Qur’an di Sumberharjo
SLEMAN — Rumah Tahfidz KH Agus Salim resmi meluncurkan Program Pelopor Desa Tahfidz pada Ahad (21/6). Program ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat pendidikan Al-Qur’an berbasis masjid sekaligus menghidupkan kembali fungsi masjid sebagai pusat pendidikan dan pembinaan umat.
Peresmian program dilakukan oleh Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta, Muhammad Ikhwan Ahada. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan apresiasi atas inisiatif dakwah dan pendidikan yang digagas Rumah Tahfidz KH Agus Salim.
Program Pelopor Desa Tahfidz lahir dari kepedulian terhadap berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini, terutama dalam aspek moral, akhlak, dan adab. Pesatnya perkembangan zaman serta derasnya arus informasi dinilai membawa tantangan tersendiri bagi pembentukan karakter generasi.
Melihat kondisi tersebut, Rumah Tahfidz KH Agus Salim berupaya mengambil peran nyata dalam membangun generasi yang berlandaskan aqidah yang kuat, berakhlak mulia, dan dekat dengan Al-Qur’an.
Direktur Rumah Tahfidz KH Agus Salim, Prakash Adi Brata, menjelaskan bahwa Program Pelopor Desa Tahfidz merupakan ikhtiar jangka panjang untuk mengembalikan masjid sebagai pusat peradaban dan pendidikan umat.
“Melihat kondisi generasi hari ini yang mulai mengalami kemerosotan dalam moral, adab, dan akhlak, kami meyakini bahwa pendidikan Al-Qur’an adalah salah satu solusi utama. Penanaman aqidah sejak dini melalui pendidikan Al-Qur’an merupakan langkah konkret dalam membentuk generasi yang beradab dan berakhlak mulia,” ujarnya.
Melalui program tersebut, Rumah Tahfidz KH Agus Salim akan fokus membantu mengembangkan pendidikan Al-Qur’an di 13 masjid binaan Ranting Muhammadiyah Sumberharjo, khususnya melalui penguatan kegiatan TPA dan TPQ.
Kontribusi yang diberikan berupa pengiriman guru-guru Al-Qur’an yang telah memenuhi standar kompetensi, memiliki kualitas bacaan yang baik, berakhlak mulia, serta memiliki dedikasi tinggi dalam mendidik generasi Qur’ani.
Namun demikian, pengurus menyadari bahwa upaya tersebut tidak dapat diwujudkan secara instan. Diperlukan proses panjang untuk menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas, terutama dalam mencetak guru-guru Al-Qur’an yang profesional dan berkelanjutan.
Karena itu, dalam kurun waktu sekitar empat tahun ke depan, Rumah Tahfidz KH Agus Salim akan memfokuskan diri pada pembangunan dan kaderisasi SDM guru Al-Qur’an. Melalui langkah tersebut diharapkan terjalin kolaborasi yang kuat antara Rumah Tahfidz dan masjid-masjid Muhammadiyah dalam menghidupkan pendidikan Al-Qur’an secara berkesinambungan.
Lebih dari sekadar mengaktifkan kegiatan di 13 masjid binaan, Program Pelopor Desa Tahfidz membawa visi besar untuk membangun ekosistem pendidikan Al-Qur’an yang hidup di desa-desa. Dengan demikian, masjid dapat kembali berfungsi sebagai pusat peradaban, pusat pendidikan, dan pusat pembinaan masyarakat.
Program ini juga mendapat dukungan penuh dari Lurah Sumberharjo, Kurniawan Widiyanto, yang mengapresiasi hadirnya program strategis tersebut bagi masyarakat.
Menurutnya, dukungan pemerintah, tokoh masyarakat, pengurus masjid, dan seluruh jamaah menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan program.
Dengan semangat kolaborasi dan dakwah bersama, Rumah Tahfidz KH Agus Salim berharap Program Pelopor Desa Tahfidz dapat berkembang menjadi gerakan besar yang melahirkan generasi Qur’ani serta membawa perubahan positif bagi masyarakat.
“Jika hari ini Al-Qur’an ditanamkan dalam hati generasi, maka insyaallah di masa depan akan lahir peradaban yang penuh cahaya. Ketika masjid hidup dengan Al-Qur’an, maka desa pun akan hidup dengan keberkahan,” demikian harapan yang disampaikan dalam peluncuran program tersebut.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow