Pembiayaan Emas BCA Syariah Tumbuh 127,6 Persen, Minimum Pengajuan Kini 5 Gram
JAKARTA — PT Bank BCA Syariah menurunkan batas minimum pembiayaan emas dari 10 gram menjadi 5 gram untuk memperluas akses masyarakat terhadap instrumen investasi berbasis emas. Pengajuan pembiayaan juga dapat dilakukan secara digital melalui fitur Emas iB pada aplikasi mobile banking BSya.
Selain menurunkan batas minimum, BCA Syariah memperluas pilihan emas yang dapat dibiayai. Jika sebelumnya hanya mencakup emas Antam, kini nasabah juga dapat mengajukan pembiayaan untuk emas Galeri 24 dan Hartadinata.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya perseroan merespons kebutuhan masyarakat terhadap layanan keuangan yang semakin mudah diakses, sekaligus memperluas pilihan produk pembiayaan konsumer berbasis syariah.
Direktur BCA Syariah, Pranata, mengatakan emas masih memiliki daya tarik sebagai instrumen investasi jangka panjang. Menurut dia, harga emas mengalami kenaikan lebih dari 200 persen dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, meskipun pergerakannya tetap dipengaruhi dinamika ekonomi global.
“Kalau kita lihat secara prospek ke depan, emas itu masih tetap menarik. Kami masih melihat potensi emas sebagai investasi jangka panjang, sekaligus menjadi salah satu alternatif investasi bagi masyarakat,” ujarnya.
Perluasan layanan tersebut sejalan dengan pertumbuhan pembiayaan emas BCA Syariah. Berdasarkan data yang dipublikasikan pada Agustus 2026, pembiayaan emas perseroan mencapai Rp684 miliar per Juni 2026, meningkat 127,6 persen dibandingkan Rp301 miliar pada Juni 2025.
Sementara itu, data kinerja hingga Agustus 2026 yang diberitakan Media Indonesia mencatat total pembiayaan konsumer BCA Syariah mencapai Rp2,468 triliun, naik 34,69 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) dari Rp1,832 triliun pada Agustus 2025.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan pembiayaan konsumer menjadi salah satu area pengembangan bisnis perseroan. Kemudahan pengajuan secara digital dan penambahan pilihan produk menjadi bagian dari upaya BCA Syariah menjangkau kebutuhan nasabah yang semakin beragam.
Untuk mengakses layanan tersebut, nasabah dapat memanfaatkan fitur Emas iB pada aplikasi BSya. Kehadiran kanal digital diharapkan mempermudah proses pengajuan pembiayaan tanpa menghilangkan kebutuhan untuk memahami persyaratan dan ketentuan produk.
Perluasan akses digital juga membuka peluang bagi kelompok usia muda untuk mengenal layanan keuangan syariah. Kepala Satuan Kerja Bisnis Ritel dan Konsumer BCA Syariah, Bukit Mas Siahaan, mengungkapkan bahwa partisipasi Generasi Z dalam pembiayaan emas perseroan mencapai sekitar 19 persen.
Angka tersebut menunjukkan keterlibatan generasi muda dalam produk pembiayaan emas. Namun, akses yang semakin mudah tetap perlu diimbangi pemahaman mengenai pengelolaan keuangan, karakteristik pembiayaan, serta risiko investasi.
Sebagai konteks, Bank Indonesia melalui Survei Nasional Literasi Ekonomi Syariah 2025 mencatat indeks literasi ekonomi syariah Indonesia sebesar 50,18 persen. Survei tersebut melibatkan 4.266 responden di 18 provinsi yang merepresentasikan sekitar 90 persen populasi Muslim Indonesia.
Data tersebut memperlihatkan pentingnya edukasi berkelanjutan agar masyarakat tidak hanya mengenal produk keuangan syariah, tetapi juga memahami cara kerja, manfaat, dan konsekuensi finansialnya.
Di tengah peningkatan minat terhadap emas, Pranata mengingatkan masyarakat agar tidak menempatkan seluruh dana pada satu instrumen investasi. Diversifikasi diperlukan untuk menyesuaikan portofolio dengan tujuan keuangan, kebutuhan, dan profil risiko masing-masing.
Harga emas yang meningkat dalam jangka panjang tidak berarti nilainya selalu naik pada setiap periode. Perubahan kondisi ekonomi global dapat memengaruhi harga, sehingga keputusan terkait emas perlu mempertimbangkan jangka waktu investasi dan kebutuhan likuiditas.
Dalam pembiayaan emas, masyarakat juga perlu memperhitungkan kewajiban pembayaran sesuai kesepakatan. Karena itu, sebelum mengajukan pembiayaan, calon nasabah perlu mempelajari akad yang digunakan, besaran angsuran, tenor, biaya terkait, serta ketentuan apabila terjadi keterlambatan pembayaran.
Dengan menurunkan minimum pembiayaan menjadi 5 gram, memperluas pilihan emas, dan menyediakan pengajuan melalui aplikasi BSya, BCA Syariah berupaya memperluas jangkauan layanan pembiayaan emas. Kemudahan tersebut tetap perlu disertai literasi keuangan yang memadai agar masyarakat dapat mengambil keputusan sesuai kebutuhan dan kemampuan finansialnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow