Mendikdasmen: Kenali Potensi, Bangun Percaya Diri, dan Disiplin untuk Raih Masa Depan
GOWA — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti memberikan motivasi dan penguatan karakter kepada ratusan siswa SMK Negeri 5 Gowa, Sabtu (14/2). Kunjungan tersebut berlangsung dalam suasana penuh semangat melalui kegiatan Pagi Ceria, program pembiasaan positif sebelum pembelajaran dimulai.
Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa bersama, serta Senam Anak Indonesia Hebat. Program Pagi Ceria merupakan inisiatif Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk membangun kebiasaan sehat dan membentuk karakter peserta didik melalui rutinitas yang konsisten, ceria, dan produktif.
Dalam arahannya, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa setiap anak memiliki potensi dan bakat yang unik. Menurutnya, potensi tersebut akan berkembang menjadi keunggulan apabila diasah dengan kesungguhan dan kerja keras.
“Anak-anakku sekalian, kalian semua bisa menjadi anak-anak hebat. Kalian punya potensi, kemampuan, dan bakat. Bakat itu akan menjadi hebat kalau kalian bersungguh-sungguh mewujudkannya,” ujarnya di hadapan para siswa.
Mendikdasmen menyampaikan tiga pesan utama sebagai fondasi meraih cita-cita.
Pertama, mengenali diri sendiri. Ia menekankan bahwa langkah awal menjadi pribadi unggul adalah memahami potensi, minat, dan arah pengembangan diri. “Langkah pertama untuk menjadi anak hebat adalah kenali dirimu. Andalah yang paling tahu kemampuan seperti apa yang kalian miliki,” pesannya.
Kedua, membangun rasa percaya diri. Setiap siswa memiliki peluang untuk unggul sesuai bakat masing-masing. Kepercayaan diri menjadi fondasi agar potensi dapat berkembang secara optimal.
Ketiga, disiplin diri (self-discipline). Kesuksesan, tegasnya, lahir dari kebiasaan baik yang dilakukan secara konsisten tanpa harus menunggu arahan orang lain. Disiplin mengatur waktu, membedakan hal yang bermanfaat dan tidak, serta bertanggung jawab atas pilihan merupakan bagian penting dari proses menuju keberhasilan.
“Mereka yang sukses adalah mereka yang menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya. Ada waktu untuk belajar, bermain, dan beristirahat. Kalian sendiri yang mengatur. You are the manager of your own,” tegasnya.
Dalam konteks perkembangan teknologi yang kian pesat, Abdul Mu’ti mengingatkan bahwa perubahan akan terus terjadi. Sejumlah pekerjaan mungkin hilang akibat transformasi digital, namun peluang baru juga akan terbuka lebar.
Karena itu, siswa didorong untuk adaptif, berani mencoba hal baru, serta tidak takut melakukan kesalahan dalam proses belajar.
Selain penguasaan kompetensi teknis, ia juga menekankan pentingnya soft skills seperti kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan adaptasi sosial. Menurutnya, keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kecakapan akademik, tetapi juga kemampuan bekerja dalam tim dan membangun relasi.
“Tidak ada ilmu yang tidak berguna dan tidak ada keterampilan yang tidak bermanfaat. Jika kalian memiliki soft skills yang baik, di mana pun berada kalian akan mampu bekerja secara profesional,” pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala SMK Negeri 5 Gowa, Muhammad Ilyas, menyampaikan bahwa program Pagi Ceria rutin dilaksanakan setiap Rabu pukul 07.15 WITA. Program tersebut dinilai membawa dampak positif, terutama dalam meningkatkan kedisiplinan dan motivasi siswa untuk datang lebih awal ke sekolah.
Menurutnya, kehadiran Mendikdasmen memberikan pengalaman berkesan bagi para siswa.
“Siswa sangat antusias karena bisa bertemu langsung dan berdialog dengan Pak Menteri. Ini menjadi motivasi tersendiri bagi mereka,” ujarnya.
Melalui kunjungan ini, Kemendikdasmen menegaskan komitmennya menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada penguatan karakter dan kompetensi abad ke-21. Diharapkan, para siswa SMK Negeri 5 Gowa dapat tumbuh menjadi generasi yang percaya diri, disiplin, adaptif, dan siap menghadapi masa depan dengan optimisme.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow