Konsolidasi Pemerintah Pusat dan Daerah Bahas Percepatan Transformasi Pendidikan di Jawa Barat

Konsolidasi Pemerintah Pusat dan Daerah Bahas Percepatan Transformasi Pendidikan di Jawa Barat

Smallest Font
Largest Font

BANDUNG — Upaya memperkuat sinergi pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam meningkatkan mutu pendidikan kembali ditegaskan melalui Konsolidasi Daerah Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah yang diselenggarakan oleh Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan Jawa Barat di Bandung, Jumat (13/2).

Forum ini menjadi ruang strategis bagi para pemangku kepentingan pendidikan di Jawa Barat untuk menyelaraskan arah kebijakan, membangun kerangka kerja bersama, serta memperkuat komitmen kolektif dalam peningkatan mutu pendidikan.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, menegaskan bahwa penguatan peran pemerintah daerah merupakan kunci pelaksanaan kebijakan pendidikan nasional.

“Tujuan pendidikan nasional adalah mewujudkan pendidikan yang bermutu. Regulasi kita sudah menetapkan bahwa pendidikan dasar dan menengah didesentralisasikan ke pemerintah daerah. Jadi ada pembagian kewenangan dan tanggung jawab,” ujarnya.

Menurut Atip, pembagian kewenangan tersebut harus direalisasikan secara konkret, terutama dalam pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang pendidikan. Indonesia yang luas, katanya, tidak memungkinkan kebijakan yang sepenuhnya sentralistik, namun juga tidak dapat sepenuhnya desentralistik tanpa koordinasi yang kuat.

“Maka konsolidasi daerah itu harus meletakkan kembali pada garis yang benar,” tegasnya.

Dalam paparannya, Wamen Atip menyampaikan sejumlah program prioritas, mulai dari wajib belajar 13 tahun dan pemerataan akses pendidikan, peningkatan kualifikasi, kompetensi, serta kesejahteraan guru, hingga pengembangan talenta dan prestasi peserta didik.

Pemenuhan dan perbaikan sarana prasarana melalui program revitalisasi sekolah menjadi perhatian utama. Ia meminta kepala dinas pendidikan memprioritaskan sekolah dengan kondisi rusak berat.

“Untuk tahun ini di anggaran awal dialokasikan untuk 11 ribu sekolah, kemudian kami mengajukan Anggaran Biaya Tambahan karena Presiden meminta penambahan hingga 60 ribu,” jelasnya.

Selain infrastruktur, pemerintah juga mendorong penguatan karakter melalui tujuh kebiasaan, perbaikan sistem penerimaan murid baru, pelaksanaan tes kemampuan akademik untuk satuan pendidikan dasar dan SMP, serta penguatan literasi dan numerasi.

Atip menekankan bahwa konsolidasi daerah bukan sekadar representasi simbol keberadaan Unit Pelaksana Teknis (UPT), melainkan harus menjadi representasi fungsional yang mampu mengakselerasi implementasi program di daerah.

“Koordinasi, kerja sama, dan konsultasi dengan kepala dinas adalah keniscayaan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BBPMP Jawa Barat, Komalasari, menyatakan bahwa konsolidasi daerah menjadi momentum untuk menyelaraskan pemahaman pemerintah daerah terhadap arah kebijakan pendidikan nasional.

Ia menuturkan, forum ini juga bertujuan mengidentifikasi isu, tantangan, dan kebutuhan daerah dalam implementasi program seperti revitalisasi sekolah, digitalisasi pembelajaran, sekolah terintegrasi, dan pemenuhan SPM.

“Melalui konsolidasi ini kita merumuskan solusi, langkah tindak lanjut, dan kesepakatan bersama agar implementasi kebijakan lebih efektif, akuntabel, dan sesuai kebutuhan daerah,” ujarnya.

Komalasari menambahkan, salah satu tujuan strategis forum ini adalah mendorong terakomodasinya program prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam APBD, sehingga pelaksanaan kebijakan dapat berjalan optimal.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap program prioritas Kemendikdasmen. Selain itu, digelar BBPMP Jabar Award sebagai apresiasi kepada pemerintah daerah yang menunjukkan komitmen dan kinerja baik dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan di Jawa Barat.

Melalui konsolidasi ini, pusat dan daerah menegaskan komitmen bersama: memastikan kebijakan pendidikan tidak berhenti pada regulasi, tetapi hadir nyata dan berdampak di ruang-ruang kelas.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow