Kemendikdasmen Terbitkan Buku Amerta, Ajak Murid Mengenal Air dan Pelestariannya
JAKARTA — Mengenalkan pentingnya air dan pelestariannya kepada murid dapat dilakukan melalui pembelajaran yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Untuk mendukung upaya tersebut, Pusat Perbukuan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), menghadirkan buku Amerta karya Tama Kunkun. Buku ini mengajak anak mengenal keberadaan, sifat, manfaat, dan pemanfaatan air, sekaligus memahami pentingnya menjaga kelestariannya melalui cerita dan ilustrasi yang menarik.
Penulis Amerta, Tama Kunkun, menjelaskan bahwa buku tersebut dikembangkan dengan mengangkat tema pelestarian lingkungan. Menurutnya, pemahaman tentang air perlu diperkenalkan sejak dini agar anak-anak mengetahui manfaat air sekaligus memahami dampak perilaku boros dan pencemaran air. Nama Amerta sendiri berasal dari bahasa Sanskerta yang bermakna “air kehidupan”. Melalui buku ini, Tama ingin mengajak anak-anak memahami bahwa air merupakan sumber kehidupan yang perlu dijaga.
Dalam proses penyusunan, Tama mengumpulkan informasi dari berbagai sumber, termasuk buku pelajaran, buku elektronik, dan internet. Tantangannya adalah menerjemahkan materi ilmiah tentang air menjadi bahasa yang mudah dipahami anak-anak. Untuk itu, ia menghadirkan tokoh Amerta sebagai personifikasi air yang membawakan cerita, dilengkapi ilustrasi dan fakta-fakta menarik.
“Kita berusaha menempatkan sebuah tokoh karakter yang biasanya anak-anak suka, seakan-akan dia yang membawakan ceritanya. Bagaimana supaya adik-adik tergugah untuk tidak boros dan mencemari air. Di bagian lain, kita juga memberikan ilustrasi tentang mitigasi bencana,” jelas Tama.
Pendekatan tersebut mendapat respons positif dari murid ketika buku digunakan dalam pembelajaran. Guru SD Negeri 006 Kramat Pagi, Mohamad Anwar Kurnaedi Saputra, mengungkapkan bahwa murid menunjukkan antusiasme dan minat baca yang baik. Menurutnya, Amerta menghadirkan perpaduan materi ilmiah dengan penyampaian berbentuk cerita sehingga memberikan pengalaman membaca yang berbeda bagi anak.
Ia menilai tokoh cerita, ilustrasi, dan fakta unik dalam buku menjadi unsur penting untuk menarik perhatian murid sekolah dasar. Materi yang disampaikan melalui teks dan visual juga dapat memantik pertanyaan serta rasa ingin tahu anak. Pertanyaan tersebut kemudian dapat dikembangkan guru melalui sumber belajar lain, diskusi, dan pengamatan.
Dalam pembelajaran, buku Amerta dapat dimanfaatkan untuk mengenalkan konsep sains, seperti siklus hidrologi, sumber, sifat, dan manfaat air. Guru juga dapat mengajak murid menghubungkan informasi dalam buku dengan fenomena di sekitar mereka.
Saat di kelas, Anwar menjelaskan, pembelajaran dimulai dengan membaca bersama, dilanjutkan eksplorasi materi, diskusi dan pengamatan, serta pengelolaan informasi. Setelah memahami materi, murid diajak melakukan refleksi dan aksi nyata, misalnya menerapkan kebiasaan menghemat air di sekolah maupun di rumah.
Dengan demikian, pemanfaatan buku ini tidak hanya berfokus pada pengetahuan sains dan literasi membaca, tetapi juga pembentukan karakter. Murid diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab, peduli terhadap lingkungan, serta mampu menerapkan kebiasaan menjaga dan menghemat air dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala Pusat Perbukuan Kemendikdasmen, Supriyatno, menjelaskan bahwa Amerta merupakan salah satu buku yang dihasilkan melalui program kurasi tahun 2024. Program ini menyeleksi naskah-naskah potensial dari berbagai wilayah untuk kemudian dikembangkan, antara lain melalui pendampingan para maestro penulis, menjadi buku yang sesuai dengan jenjang dan kemampuan baca anak.
“Buku-buku yang kami hasilkan lewat program kurasi ini tentunya kami sesuaikan dengan tema-tema yang menjadi program Kemendikdasmen. Semoga bisa menginspirasi Bapak/Ibu untuk turut berkontribusi dalam penyediaan buku yang layak baca oleh anak-anak, untuk mengembangkan kemampuan membaca,” tutur Supriyatno.
Melalui kegiatan Bedah Buku SIBI: Amerta yang melibatkan penulis, guru, akademisi, praktisi, dan masyarakat, praktik baik pemanfaatan buku diharapkan dapat semakin luas diterapkan. Dengan sumber belajar yang sesuai dan menarik, kegiatan membaca dapat menjadi pintu masuk bagi murid untuk memahami lingkungan sekaligus membangun kepedulian terhadap kelestarian air.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow