Kemendikdasmen Gelar Kawah Kepemimpinan Pelajar, Wamen Atip Tekankan Peran Ilmu dan Mimpi Besar

Kemendikdasmen Gelar Kawah Kepemimpinan Pelajar, Wamen Atip Tekankan Peran Ilmu dan Mimpi Besar

Smallest Font
Largest Font

BATAM, KEPULAUAN RIAU – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Sekolah Menengah Pertama (Direktorat SMP) menyelenggarakan Kawah Kepemimpinan Pelajar (KKP) di Batam, Kepulauan Riau, 30 September–1 Oktober 2025. Kegiatan bertema “Handal Literasi Digital Bekal Pemimpin di Era Global” ini diikuti 240 siswa SMP dan 60 guru pendamping.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, mengibaratkan KKP sebagai “kawah” tempat penggemblengan calon pemimpin masa depan. Menurutnya, kepemimpinan tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses panjang yang penuh tantangan. “Pemimpin itu tidak mungkin lahir secara instan. Mereka ditempa di kawah, dilatih untuk tangguh, tahan banting, dan tidak mudah menyerah,” ujarnya.

Wamen Atip menekankan pentingnya pemimpin yang berilmu dan memiliki mimpi besar. Ia mencontohkan Presiden pertama RI, Soekarno, yang sejak awal sudah bermimpi tentang kemerdekaan Indonesia, serta Presiden ketiga RI, B.J. Habibie, yang dikenal sebagai sosok visioner dengan inovasi strategis, mulai dari satelit Palapa hingga pesawat buatan Indonesia. “Ilmu harus lebih besar daripada nafsu. Pemimpin berilmu akan membawa bangsa pada kemajuan,” tegasnya dalam acara yang dihadiri jajaran pejabat Kemendikdasmen dan Dinas Pendidikan Kota Batam.

Selain itu, ia mengingatkan para pelajar agar kepemimpinan berlandaskan akal sehat, terutama menghadapi perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). “AI hanyalah akal buatan, sedangkan akal manusia adalah ciptaan Tuhan yang jauh lebih sempurna. Karena itu, calon pemimpin Indonesia harus memaksimalkan akalnya agar tidak menjadi korban globalisasi,” katanya.

Direktur SMP, Maulani Mega Hapsari, menyampaikan bahwa Batam menjadi penyelenggaraan regional ketiga KKP 2025, setelah Denpasar dan Solo. Ia menjelaskan peserta merupakan siswa pilihan yang aktif di OSIS, kegiatan kebangsaan, maupun ekstrakurikuler. Kegiatan ini menggunakan pendekatan partisipatif, melalui diskusi kelompok, simulasi, hingga permainan untuk menanamkan nilai karakter dan kepemimpinan, termasuk literasi digital serta kecakapan bermedia sosial.

Salah satu peserta, Nadhira Kutriandini, siswi kelas IX SMP Negeri 28 Batam sekaligus Ketua OSIS, berkomitmen membagikan pengalaman yang diperolehnya kepada teman-teman di sekolah. “Saya ingin membantu teman-teman menjadi pemimpin yang baik serta mengasah soft skill di bidang kepemimpinan,” ujarnya.

Melalui KKP, Kemendikdasmen berharap generasi muda Indonesia tumbuh sebagai pemimpin yang berkarakter, berilmu, adaptif, dan siap menghadapi tantangan era global.

Sumber: Kemendikdasmen

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow