Kemendikdasmen dan DPR RI Dorong Penguatan Karakter Anak Lewat Gerakan 7 KAIH

Kemendikdasmen dan DPR RI Dorong Penguatan Karakter Anak Lewat Gerakan 7 KAIH

Smallest Font
Largest Font

PANDEGLANG — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Komisi X DPR RI menegaskan pentingnya penguatan karakter anak sejak dini melalui Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH). Program ini dianggap strategis untuk menghadapi tantangan era digital sekaligus mencegah dampak negatif adiksi gawai.

Dalam sosialisasi di Kabupaten Pandeglang, Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Komunikasi dan Media, Arif Jamali, menyoroti fenomena brain rot akibat paparan berlebihan dari konten media sosial, khususnya video pendek yang memicu otak mencari kepuasan instan. “Gerakan 7 KAIH—mulai dari bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, hingga tidur cepat—adalah cara sederhana namun ilmiah untuk mengembalikan keseimbangan fungsi otak dan membentuk ketahanan karakter,” ujarnya.

Kepala Pusat Penguatan Karakter Kemendikdasmen, Rusprita Putri Utami, menegaskan bahwa 7 KAIH bukan sekadar program jangka pendek, melainkan kebijakan nasional dengan landasan kuat. Ia menjelaskan bahwa Pemerintahan Presiden Prabowo melalui Asta Cita keempat berkomitmen memperkuat pembangunan sumber daya manusia, pendidikan, dan karakter bangsa. Komitmen tersebut diwujudkan dalam Surat Edaran Bersama Nomor 1 Tahun 2025 yang melibatkan Kemendikdasmen, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Agama. “Kami mengajak Catur Pusat Pendidikan—keluarga, sekolah, masyarakat, dan media—untuk memastikan 7 KAIH menjadi kebiasaan sehari-hari anak Indonesia,” ungkapnya.

Sementara itu, Anggota Komisi X DPR RI, Bonnie Triyana, mengingatkan bahwa Indonesia menghadapi tantangan ganda: bonus demografi dan ancaman stunting, di tengah percepatan perkembangan kecerdasan buatan. Ia menekankan pentingnya pembangunan karakter sebagai fondasi bangsa. “Jika kita tidak menyiapkan generasi dengan karakter tangguh, kita akan kesulitan menghadapi peradaban baru. Konsistensi menjalankan 7 KAIH adalah investasi 10–20 tahun untuk melahirkan generasi emas yang cerdas, berkarakter, dan percaya diri,” katanya.

Bonnie juga menyoroti hasil survei internasional PISA 2022 yang menunjukkan penurunan kemampuan literasi dan numerasi siswa Indonesia. Menurutnya, pembiasaan gemar belajar sebagai salah satu pilar 7 KAIH relevan untuk mengangkat kembali kemampuan dasar tersebut.

Sumber: https://kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow