107 Tahun Mu’allimin Jogja: Menjaga Warisan Intelektual di Tengah Gelombang Peradaban Baru
YOGYAKARTA — Resepsi Milad ke-107 Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta pada Ahad (7/12) di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta tidak sekadar menjadi perayaan usia panjang sebuah lembaga pendidikan. Lebih dari itu, forum ini menjelma ruang refleksi tentang bagaimana sebuah institusi warisan K.H. Ahmad Dahlan terus bertahan di tengah perubahan dunia yang kian cepat.
Momentum ini terasa kuat karena resepsi disatukan dengan temu alumni lintas generasi. Serta hadir sejumlah tokoh nasional dan Muhammadiyah, di antaranya Ketua PP Muhammadiyah Syamsul Anwar, Ketua Umum PP ‘Aisyiyah Salmah Orbayinah, Ketua PWM DIY Muhammad Ikhwan Ahada, hingga Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni. Pertemuan antar tokoh dan lintas generasi itu menghadirkan suasana khas: nostalgia, rasa bangga, sekaligus kesadaran akan tanggung jawab besar menjaga kesinambungan tradisi keilmuan Mu’allimin.
Direktur Madrasah Mu’allimin, Mhd Lailan Arqam, menegaskan bahwa usia lebih dari seabad bukan hanya penanda ketahanan institusi, tetapi bukti relevansi nilai-nilai yang ditanamkan sejak 1918.
“Mu’allimin bukan sekadar sekolah. Ia adalah tempat mencetak kader umat dan bangsa,” ujarnya.
Lailan menyoroti bahwa alumni Mu’allimin telah hadir dalam berbagai babak sejarah Indonesia: dari masa perjuangan kemerdekaan hingga era pemerintahan modern. Namun tantangan masa kini, menurutnya, justru lebih rumit dari revolusi industri 4.0, Society 5.0, kecerdasan buatan, big data, sampai ke derasnya informasi yang tak lagi berpagar.
“Generasi Z dan Alpha tumbuh dengan gawai di tangan. Nilai-nilai Barat mudah masuk tanpa filter. Di sinilah Mu’allimin harus menjadi benteng akhlak sekaligus mercusuar ilmu pengetahuan,” katanya.
Ia mengajak seluruh keluarga besar Mu’allimin untuk “bergerak dan berdampak”, memanfaatkan warisan KH Ahmad Dahlan, jaringan Muhammadiyah, alumni yang luas, serta semangat Al-Ma’un sebagai energi perubahan.
Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Mu’allimin, Khoirudin Bashori, menegaskan bahwa usia 107 tahun justru menghadirkan tanggung jawab baru bagi generasi sekarang.
“Kita harus merawat idealisme para pendahulu yang telah melahirkan banyak tokoh besar negeri ini,” ujarnya.
Resepsi ini juga menjadi titik penting lahirnya inovasi baru: peluncuran buku Filsafat Pendidikan Mu’allimin yang merumuskan prinsip dasar pendidikan ala Mu’allimin, serta Sistem Informasi Tracer Alumni untuk memperkuat jejaring dan pemetaan kontribusi lulusan.
Selain itu, Mu’allimin Awards diberikan kepada alumni lintas angkatan dan pegawai dengan pengabdian lebih dari 23 tahun. Pada saat yang sama, Lazismu Mu’allimin menyalurkan bantuan sebagai bentuk kepedulian sosial lembaga.
Dalam sambutannya, Ketua PP Muhammadiyah Syamsul Anwar menyampaikan selamat atas usia 107 tahun Mu’allimin. Menurutnya, kemampuan bertahan di atas satu abad bukanlah hal biasa.
“Mu’allimin sudah kenyang pengalaman. Kita perlu mempelajari apa rahasia yang membuatnya bertahan lebih dari 100 tahun,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya menatap masa depan pendidikan, khususnya menuju Generasi Emas 2045. Untuk itu, kurikulum harus selaras dengan kebutuhan kompetensi masa depan, bukan sekadar memenuhi rutinitas akreditasi.
“Kita harus mengintip arah perkembangan masa depan. Pendidikan yang berkemajuan memerlukan improvisasi dan riset,” katanya.
Syamsul juga menyoroti aspek ekonomi sebagai “bantalan utama” keberlangsungan pendidikan. Tanpa fondasi ekonomi yang kuat, lembaga pendidikan tidak akan mampu menjawab tuntutan zaman.
Resepsi Milad ke-107 ini pada akhirnya menjadi momen untuk meneguhkan kembali identitas Mu’allimin sebagai pusat kaderisasi Muhammadiyah dan penjaga nilai-nilai Islam berkemajuan. Di tengah derasnya arus globalisasi dan disrupsi digital, lembaga ini menegaskan komitmennya menjaga keseimbangan antara tradisi dan inovasi. Madrasah Mu’allimin bukan hanya merayakan masa lalu, tetapi menyiapkan pijakan yang lebih kokoh untuk 100 tahun yang akan datang.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow