Spirit Pembaruan Ahmad Dahlan Jadi Pesan Haedar Nashir untuk Lulusan Mu’allimin

Spirit Pembaruan Ahmad Dahlan Jadi Pesan Haedar Nashir untuk Lulusan Mu’allimin

Smallest Font
Largest Font

SLEMAN — Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menegaskan pentingnya menjadikan semangat pembaruan KH Ahmad Dahlan sebagai dasar dalam membangun pendidikan kader Muhammadiyah yang mampu menjawab tantangan zaman.

Pesan itu disampaikan Haedar dalam Haflah Takharruj Siswa Kelas VI Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta Tahun Ajaran 2025/2026 di UNISA Convention Hall, Gamping, Sleman, Ahad (10/5).

Menurut Haedar, Madrasah Mu’allimin dan Mu’allimaat Muhammadiyah merupakan bagian penting dari sejarah kaderisasi Muhammadiyah yang lahir langsung dari gagasan KH Ahmad Dahlan. Karena itu, kedua lembaga tersebut harus terus berkembang sebagai model pendidikan Islam modern yang relevan dengan perkembangan zaman.

“Jejak sejarah dan figur KH Ahmad Dahlan menjadi rujukan utama lahirnya Madrasah Mu’allimin dan Mu’allimaat,” ujarnya.

Haedar menggambarkan KH Ahmad Dahlan sebagai tokoh pembaru yang berani menghadirkan perubahan melalui pemikiran dan gerakan sosial. Spirit pembaruan itu, kata dia, menjadi dasar lahirnya berbagai layanan sosial Muhammadiyah, mulai dari pendidikan hingga pelayanan kesehatan dan sosial.

Ia juga mengingatkan para lulusan Mu’allimin agar terus menjaga tradisi menuntut ilmu dan tidak cepat merasa puas terhadap pencapaian yang telah diraih. Menurutnya, tradisi keilmuan menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas diri dan martabat institusi.

“Siapapun yang terus menambah dirinya dengan ilmu dan iman, martabat derajatnya akan naik,” kata Haedar mengutip Surah Al-Mujadilah ayat 11.

Selain itu, Haedar menyebut Muhammadiyah saat ini mendapat kepercayaan luas dari masyarakat, baik di dalam maupun luar negeri. Kepercayaan tersebut, menurutnya, harus dijaga dan diteruskan oleh kader muda Muhammadiyah.

“Alhamdulillah Muhammadiyah sekarang mendapat trust yang tinggi dari masyarakat luas, di dalam maupun luar negeri. Maka kalian harus menjadi mata rantai dari ‘anak panah’ Muhammadiyah yang terus membawa Muhammadiyah makin berkemajuan,” ujarnya.

Di akhir amanatnya, Haedar berpesan agar para wisudawan tetap menjunjung nilai birul walidain, aktif dalam gerakan Muhammadiyah, dan mengambil peran dalam kehidupan keumatan, kebangsaan, serta kemanusiaan.

“Eksistensi seseorang bukan pada kebesaran dirinya tetapi pada peran dirinya di tengah lingkungan,” pungkasnya.

Melalui pendidikan kader seperti Mu’allimin dan Mu’allimaat, Muhammadiyah terus mendorong lahirnya generasi yang memiliki kekuatan ilmu, iman, kepemimpinan, dan kepedulian sosial untuk menjawab tantangan masa depan.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow