<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:admin="http://webns.net/mvcb/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
    <channel>
        <title>Portal Islam Dinamis Berkemajuan &amp; Refleksi</title>
        <link>https://www.mediamu.com/refleksirss/category/refleksi</link>
        <description>Portal Islam Dinamis Berkemajuan &amp; Title: Refleksi</description>
        <dc:language>id</dc:language>
        <dc:rights>Jl. Gedongkuning No.130 B, Rejowinangun, Kec. Kotagede, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55171</dc:rights>
                                                    <item>
                    <title>Menyalakan Api Perubahan: Pemuda Muhammadiyah di Usia ke&amp;94 Tahun</title>
                    <link>https://www.mediamu.com/menyalakan-api-perubahan-pemuda-muhammadiyah-di-usia-ke-94-tahun</link>
                    <guid>https://www.mediamu.com/menyalakan-api-perubahan-pemuda-muhammadiyah-di-usia-ke-94-tahun</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[  ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[  ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2026/05/1169f73f3faf1bc.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="9321" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Sun, 03 May 2026 12:28:00 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>M. Fajrul Falaq</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                            </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Belajarlah Sampai di Negeri China</title>
                    <link>https://www.mediamu.com/belajarlah-sampai-di-negeri-china</link>
                    <guid>https://www.mediamu.com/belajarlah-sampai-di-negeri-china</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Saya dan rombongan Majelis Ekonomi Bisnis dan Pariwisata (MEBP) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta berkesempatan mengunjungi Provinsi Hainan, China. Selama lima hari, kami melihat berbagai pusat pariwisata dan industri unggulan yang dikelola oleh pemerintah. Program Muhibah ini bagian dari promosi besar-besaran pemerintah China guna menarik wisatawan asing. Berbagai fasilitas kemudahan diberikan, supaya turis mau berkunjung.  ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>Saya dan rombongan Majelis Ekonomi Bisnis dan Pariwisata (MEBP) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta berkesempatan mengunjungi Provinsi Hainan, China. Selama lima hari, kami melihat berbagai pusat pariwisata dan industri unggulan yang dikelola oleh pemerintah. Program Muhibah ini bagian dari promosi besar-besaran pemerintah China guna menarik wisatawan asing. Berbagai fasilitas kemudahan diberikan, supaya turis mau berkunjung. </p><p>Mengusung tema <em>Business Trip</em>, rombongan kami mendapatkan berbagai inside menarik. "Yang bisa dijadikan pelajaran penting dalam mengembangkan bisnis dan sekaligus membangun Indonesia," begitu seloroh peserta, berlagak layaknya pejabat negara yang sedang studi banding ke luar negeri. "Ini bukan kaleng-kaleng, lima hari kita mendapatkan daging semua," begitu peserta lain yang merasa mendapatkan pelajaran penting.</p><p>Jika dulu kami hanya bisa membaca atau mendengar, bahwa hampir semua produk di Indonesia itu <em>Made in China</em>, hari ini kami menyaksikan sekilas bahwa semua itu nyata. Walau kami hanya sebentar, tetapi hilal bahwa hanya China saat ini yang paling berani berhadapan dengan negara adikuasa, tampaknya sangat mungkin.</p><h3>Bisnis Totalitas</h3> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2026/01/11696dbae331e06.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="553186" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Mon, 19 Jan 2026 12:02:00 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Fatan Asshidqi</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                            </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Obituari Ustadz Muhammad Jazir ASP: Ketika Sang Penjaga Masjid Pulang dalam Sunyi</title>
                    <link>https://www.mediamu.com/obituari-ustadz-muhammad-jazir-aspketika-sang-penjaga-masjid-pulang-dalam-sunyi</link>
                    <guid>https://www.mediamu.com/obituari-ustadz-muhammad-jazir-aspketika-sang-penjaga-masjid-pulang-dalam-sunyi</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.  ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><em>Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. </em></p><p>Kabar itu datang tanpa hiruk-pikuk, seperti cara hidup yang selama ini ia jalani: tenang, bersahaja, dan penuh ketundukan.</p><p>Pada 22 Desember 2025, Al-Ustadz Muhammad Jazir ASP telah berpulang, meninggalkan dunia pada usia 63 tahun. Setelah menapaki hari-hari panjang dengan tubuh yang diuji sakit, namun imannya tetap tegak dan berserah.</p> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2025/12/1169495acc5cb58.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="112066" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Mon, 22 Dec 2025 21:51:00 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Dzikril Firmansyah</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                            </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>SMA Muhammadiyah 4 Bengkulu, Sekolah Inovatif nan Ramah Lingkungan</title>
                    <link>https://www.mediamu.com/sma-muhammadiyah-4-bengkulu-sekolah-inovatif-nan-ramah-lingkungan</link>
                    <guid>https://www.mediamu.com/sma-muhammadiyah-4-bengkulu-sekolah-inovatif-nan-ramah-lingkungan</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ oleh : Agus Yuliyanto, S.Pd., M.Pd. ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><strong>oleh : Agus Yuliyanto, S.Pd., M.Pd.</strong></p><p>SMA Muhammadiyah 4 Bengkulu merupakan salah satu amal usaha Muhammadiyah yang berada di Kampung Bali, Kota Bengkulu. Penulis dalam serangkaian kegiatan Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Pusat Muhammadiyah berkesempatan melakukan kunjungan ke sekolah tersebut. Kali pertama menginjakan kaki di bumi Raflesia sungguh sangat menyenangkan karena kota Bengkulu (Bencoolen) ini penuh dengan sejarah perjuangan tokoh nasional khususnya Bung Karno.</p><p>Penulis ketika sampai di SMA Muhammadiyah 4 Bengkulu disambut oleh Kepala Sekolah dan guru sekolah. Saya diajak berkeliling bagaimana sekolah menerapkan peduli dan ramah terhadap lingkungan, salah satunya dengan pemakaian panel tenaga surya. Panel ini paling tidak mampu ikut membantu mengurangi pemakaian listrik. Hal yang lebih penting adalah bagaimana langkah ini ikut membantu memberikan edukasi kepada warga sekolah dan masyarakat sekitar sekolah bahwa hal ini penting dilakukan supaya masyarakat tidak tergantung kepada listrik. </p> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2025/11/11692c7550508cf.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="114795" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Sun, 30 Nov 2025 23:49:00 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Redaksi MediaMU</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                            </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Merawat Tradisi Pencerahan, Dr. Roni Tabroni dan Jalan Panjang Media Muhammadiyah</title>
                    <link>https://www.mediamu.com/merawat-tradisi-pencerahan-dr-roni-tabroni-dan-jalan-panjang-media-muhammadiyah</link>
                    <guid>https://www.mediamu.com/merawat-tradisi-pencerahan-dr-roni-tabroni-dan-jalan-panjang-media-muhammadiyah</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[  ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p></p><p><strong><em>Oleh: Agus Wirdono,M.Si</em></strong></p><p></p> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2025/12/11693d41f3223b8.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="655220" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Sat, 13 Dec 2025 17:38:12 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>M. Fajrul Falaq</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                            </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Islam Berkemajuan Sebagai World View (Pandangan Dunia): Belajar dari Buku Gerakan Islam Berkemajuan Karya Prof. Haedar Nashir &amp; Bagian IX</title>
                    <link>https://www.mediamu.com/islam-berkemajuan-sebagai-world-view-pandangan-dunia-belajar-dari-buku-gerakan-islam-berkemajuan-karya-prof-haedar-nashir-bagian-ix</link>
                    <guid>https://www.mediamu.com/islam-berkemajuan-sebagai-world-view-pandangan-dunia-belajar-dari-buku-gerakan-islam-berkemajuan-karya-prof-haedar-nashir-bagian-ix</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[  ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[  ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2025/03/1167e76a7c51530.png?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="11414590" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Sat, 29 Mar 2025 10:35:55 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>administrator</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                            </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Mencintai Indonesia Sedalam dan Sepenuh Hati</title>
                    <link>https://www.mediamu.com/mencintai-indonesia-sedalam-dan-sepenuh-hati</link>
                    <guid>https://www.mediamu.com/mencintai-indonesia-sedalam-dan-sepenuh-hati</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Papua merupakan salah satu pulau di negara Indonesia yang menyimpan keindahan alam tak teragukan. Ia membentang dari Sorong sampai Merauke. Penulis berkesempatan mengunjungi Jayapura, ibukota Provinsi Papua untuk melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis Pembelajaran Mendalam, Koding, Kecerdasan Artifisial, dan Penguatan Pendidikan Karakter yang diselenggaran pada tanggal 3 - 7 Desember 2025. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal Pimpinan Pusat Muhammadiyah bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>Papua merupakan salah satu pulau di negara Indonesia yang menyimpan keindahan alam tak teragukan. Ia membentang dari Sorong sampai Merauke. Penulis berkesempatan mengunjungi Jayapura, ibukota Provinsi Papua untuk melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis Pembelajaran Mendalam, Koding, Kecerdasan Artifisial, dan Penguatan Pendidikan Karakter yang diselenggaran pada tanggal 3 - 7 Desember 2025. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Majelis Pendidikan Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal Pimpinan Pusat Muhammadiyah bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.</p><p>Kegiatan bimtek Region Papua ini dilaksanakan dengan kuota 100 peserta guru dari jenjang PAUD, TK, SD, SMP, SMA, SMK Muhammadiyah dari tiga provinsi, yaitu Papua, Papua Selatan, dan Papua Tengah. Papua mengirimkan guru sekolah Muhammadiyah dari Kota Jayapura, Kab. Jayapura, Kab. Biak Numfor, dan Kab. Kepulauan Yapen. Provinsi Papua Selatan mengirimkan guru dari Kab. Merauke. Provinsi Papua Tengah mengirimkan guru dari Kab. Mimika dan Kab. Nabire.</p><p>Antusias yang begitu besar guru sekolah Muhammadiyah untuk mengikuti bimtek ini layak diapresiasi bersama. Jarak sekolah mereka dari provinsi Papua Selatan dan Papua Tengah yang jauh dari Jayapura bukan menjari penghalang untuk belajar bersama mewujudakan murid kita memahami secara mendalam materi pembelajaran, sehingga pembelajaran di kelas menjadi lebih berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.</p> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2025/12/1169355546c86b0.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="80165" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Sun, 07 Dec 2025 17:22:00 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Fatan Asshidqi</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                            </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Ayat&amp;ayat tentang Sejarah dan Alam semesta: Belajar dari Buku Gerakan Islam Berkemajuan Karya Prof Haedar Nashir (bagian VIII)</title>
                    <link>https://www.mediamu.com/ayat-ayat-tentang-sejarah-dan-alam-semesta-belajar-dari-buku-gerakan-islam-berkemajuan-karya-prof-haedar-nashir-bagian-viii</link>
                    <guid>https://www.mediamu.com/ayat-ayat-tentang-sejarah-dan-alam-semesta-belajar-dari-buku-gerakan-islam-berkemajuan-karya-prof-haedar-nashir-bagian-viii</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Oleh: Arif Jamali Muis* ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><strong>Oleh: Arif Jamali Muis*</strong></p><p>Mari kita lanjutkan membaca buku karya prof Haedar Nashir Gerakan Islam Berkemajuan. Pada halaman 110 prof Haedar menjelaskan bagaimana ayat tentang sejarah dan alam semesta menjadi isyarat agar kaum beriman mengambil peran untuk kemajuan beradaban umat manusia.</p><p>Syauqi abu Khalil (2005) misalnya, mempelajari tentang atlas Al-Qur'an yang membuktikan kebenaran fakta sejarah yang disampaikan Al-Qur'an secara akurat.<br />Semua kisah yang diberitakan oleh Allah dalam Al-Qur'an sungguh benar dan nyata terjadi, bukan dogeng belaka. Bagaimana dan di mana tempat turunnya Adam dan Hawa; tempat terbunuhnya Habil oleh Kabil disertai kuburannya; daerah yang di zaman dahulu dilanda banjir besar eranya Nabi Nuh; negeri tempat binasanya kaum Nabi Luth yang bejat moralnya karena prilaku homoseksual; tempat laut merah yang terbelah di zaman nabi Musa yang menewaskan raja super tiran Fir'aun; Kisah Ashabul Kahfi; Ashabul Jannah; Ashabul Fill; Iramadzatil Imad; Ashabul Khudud; Ashabul Rassi; Rihlatas syitai wash-syaif; dan berbagai peristiwa di zaman Nabi Muhammad dengan kerisalahannya.</p> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2025/03/13367de2b3f6d6ae.png?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="8255258" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Sat, 22 Mar 2025 10:16:20 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>administrator</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                            </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Leaders School Immersion Program: Sebuah Catatan Perjalanan Pendidikan</title>
                    <link>https://www.mediamu.com/leaders-school-immersion-program-sebuah-catatan-perjalanan-pendidikan</link>
                    <guid>https://www.mediamu.com/leaders-school-immersion-program-sebuah-catatan-perjalanan-pendidikan</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[  ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[  ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2025/11/116924f5b725c8a.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="53787" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Tue, 25 Nov 2025 07:28:00 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Redaksi MediaMU</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                            </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Paradigma &amp;apos;Iqra Profetik&amp;apos; : Belajar dari Buku Gerakan Islam Berkemajuan Karya Prof Haedar Nashir &amp; Bagian VI</title>
                    <link>https://www.mediamu.com/paradigma-iqra-profetik-belajar-dari-buku-gerakan-islam-berkemajuan-karya-prof-haedar-nashir-bagian-vi</link>
                    <guid>https://www.mediamu.com/paradigma-iqra-profetik-belajar-dari-buku-gerakan-islam-berkemajuan-karya-prof-haedar-nashir-bagian-vi</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Oleh: Arif Jamali Muis*"Bacalah dengan nama Tuhanmu yang telah menciptakan". ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><strong>Oleh: Arif Jamali Muis*</strong></p><p style="text-align: center;"><em>"Bacalah dengan nama Tuhanmu yang telah menciptakan".</em></p><p>Iqra menurut para mufasir bukan hanya sekedar membaca secara verbal dan tekstual, tetapi keseluruhan makna yang tercakup dalam literasi arab seperti <em>tafakkur</em> (berfikir), <em>tadabbur</em> (beritibar mencari hikmah), <em>tanadzhar</em> (berefleksi tentang sesuatu), <em>tadzakkur</em> (mengingat menghayati), serta berbagai aktivitas akal pikiran, keilmuan, dan pembacaan sejarah secara menyeluruh.</p><p>Dalam prespektif manhaj tarjih, 'Iqra' memiliki makna pada pemahaman keislaman dan kehidupan secara bayani, burhani, dan irfani secara interkoneksi, yang tidak bisa dipisah-pisahkan.</p> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2025/03/1167d750fdcc8d7.png?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="6365269" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Mon, 17 Mar 2025 05:30:34 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>administrator</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                            </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Refleksi Milad Muhammadiyah: Syukur yang Dimanifestasikan dengan Gerak Dakwah Tanpa Henti</title>
                    <link>https://www.mediamu.com/refleksi-milad-muhammadiyah-syukur-yang-dimanifestasikan-dengan-gerak-dakwah-tanpa-henti</link>
                    <guid>https://www.mediamu.com/refleksi-milad-muhammadiyah-syukur-yang-dimanifestasikan-dengan-gerak-dakwah-tanpa-henti</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Milad Muhammadiyah selalu menjadi momen yang sarat makna. Ia bukan sekadar peringatan lahirnya sebuah organisasi, melainkan ruang untuk menyelami kembali ruh gerakan yang telah lebih dari satu abad menebar manfaat. Di setiap miladnya, Muhammadiyah diajak untuk kembali menghidupkan kesadaran bahwa syukur terbaik adalah tindakan. Bahwa rasa terima kasih kepada Allah harus diterjemahkan menjadi kerja nyata, sebagaimana pesan kuat dalam Al-Qur’an surat At-Taubah ayat 41: "Berangkatlah kamu, baik dalam keadaan ringan maupun berat, dan berjihadlah dengan harta dan jiwamu di jalan Allah." ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>Milad Muhammadiyah selalu menjadi momen yang sarat makna. Ia bukan sekadar peringatan lahirnya sebuah organisasi, melainkan ruang untuk menyelami kembali ruh gerakan yang telah lebih dari satu abad menebar manfaat. Di setiap miladnya, Muhammadiyah diajak untuk kembali menghidupkan kesadaran bahwa syukur terbaik adalah tindakan. Bahwa rasa terima kasih kepada Allah harus diterjemahkan menjadi kerja nyata, sebagaimana pesan kuat dalam Al-Qur’an surat At-Taubah ayat 41: "Berangkatlah kamu, baik dalam keadaan ringan maupun berat, dan berjihadlah dengan harta dan jiwamu di jalan Allah."</p><p>Ayat ini memikul pesan abadi: jangan menunggu waktu lapang untuk berbuat, jangan menunggu kondisi ideal untuk bergerak. Dakwah harus tetap berjalan dalam keadaan senang maupun sempit, dalam situasi mudah maupun sulit. Inilah semangat yang telah menghidupkan Muhammadiyah sejak hari pertama ia berdiri. Sebuah semangat yang mendorong setiap warganya,dimanapun berada,untuk menjadi pelaku perubahan, cahaya yang menebar kebaikan, dan tenaga yang menggerakkan kemajuan.</p><p>Sejarah mencatat bahwa pendiri Muhammadiyah, Kyai Haji Ahmad Dahlan, telah memberikan teladan paling nyata tentang bagaimana syukur itu diwujudkan melalui pengorbanan. Dalam kisah yang sering diceritakan, Kyai Dahlan menjual barang-barang berharganya, bahkan perabot rumah, demi memastikan para murid tetap bisa belajar. Di tengah keterbatasan, beliau tetap melangkah, tetap berjuang, tetap memberikan yang terbaik bagi agama dan kemanusiaan. Ketika ditanya mengapa ia harus mengorbankan begitu banyak, Kyai Dahlan dengan keyakinan berkata: “Jika untuk agama, apa lagi yang dapat kita tahan?”</p> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2025/11/11691d44b01205f.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="60269" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Wed, 19 Nov 2025 11:17:00 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>M. Fajrul Falaq</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                            </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Kemajuan Ala Barat dan Tugas Umat Muslim Menulis Sejarahnya Sendiri &amp; Belajar dari Buku &amp;quot;Gerakan Islam Berkemajuan&amp;quot; Karya Prof. Haedar Nashir (Bagian III)</title>
                    <link>https://www.mediamu.com/kemajuan-ala-barat-dan-tugas-umat-muslim-menulis-sejarahnya-sendiri-belajar-dari-buku-gerakan-islam-berkemajuan-karya-prof-haedar-nashir-bagian-iii</link>
                    <guid>https://www.mediamu.com/kemajuan-ala-barat-dan-tugas-umat-muslim-menulis-sejarahnya-sendiri-belajar-dari-buku-gerakan-islam-berkemajuan-karya-prof-haedar-nashir-bagian-iii</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Oleh: Arif Jamali Muis* ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><strong>Oleh: Arif Jamali Muis*</strong></p><p></p><h4>Kemajuan Ala Barat</h4><p>Secara umum, dunia saat ini didominasi oleh ide kemajuan Barat pasca-Renaisans, yang bertumpu pada pemikiran humanisme, liberalisme, sekularisme, antroposentrisme, dan saintisme. Perwujudan dari ide kemajuan Barat ini ditandai oleh revolusi ilmu pengetahuan dan teknologi yang dianggap netral nilai, serta konsep-konsep seperti demokrasi, hak asasi manusia, dan pluralisme yang dikenal dengan multikulturalisme.</p> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2025/02/1167b53dfad75d2.png?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="10610848" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Wed, 19 Feb 2025 08:45:00 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Fatan Asshidqi</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        kemajuan,
                                                                                                                                                                barat,
                                                                                                                                                                sejarah,
                                                                                                                                                                umat muslim,
                                                                                                                                                                islam berkemajuan                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Operasi ‘Citra Bersih’: Strategi Baru Elite Menutupi Jejak Politik 2025</title>
                    <link>https://www.mediamu.com/operasi-citra-bersih-strategi-baru-elite-menutupi-jejak-politik-2025</link>
                    <guid>https://www.mediamu.com/operasi-citra-bersih-strategi-baru-elite-menutupi-jejak-politik-2025</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Oleh : Nashrul Mu'minin Content Writer Yogyakarta ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><strong>Oleh : Nashrul Mu'minin Content Writer Yogyakarta</strong></p><p>Operasi “Citra Bersih” menjadi fenomena politik paling mencolok di 2025, terutama ketika elite kekuasaan berlomba menampilkan wajah yang seolah-olah tanpa cela. Masalah utama yang muncul adalah jarak antara citra yang diproduksi secara digital dan realitas kebijakan yang dijalankan. Banyak pejabat terlihat sibuk memoles reputasi melalui kampanye pencitraan massif, sementara persoalan publik seperti inflasi, korupsi mikro, dan ketidakpastian kebijakan tidak mendapatkan perhatian yang layak. Kontradiksi inilah yang menimbulkan pertanyaan fundamental: apakah citra telah menggantikan substansi sebagai dasar penilaian kepemimpinan?</p><p>Isu sentral dari Operasi “Citra Bersih” adalah penggunaan teknologi digital untuk menghapus, mengaburkan, atau mengalihkan perhatian publik dari rekam jejak politik yang meragukan. Elite politik memanfaatkan algoritma media sosial, influencer profesional, dan biro komunikasi digital untuk membangun persepsi positif, bukan kinerja faktual. Fenomena ini semakin kompleks karena publik di 2025 sangat responsif terhadap isu viral, sehingga manipulasi wacana menjadi senjata strategis. Dengan demikian, opini publik terbentuk bukan dari kinerja, tetapi dari konsistensi kampanye citra.</p> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2025/11/11691bdac6f2209.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="213147" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Tue, 18 Nov 2025 09:34:31 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>M. Fajrul Falaq</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                            </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Penggunaan Istilah &amp;apos;Islam Berkemajuan&amp;apos;: Belajar dari Buku Gerakan Islam Berkemajuan Karya Prof. Haedar Nashir – Bagian II</title>
                    <link>https://www.mediamu.com/penggunaan-istilah-islam-berkemajuan-belajar-dari-buku-gerakan-islam-berkemajuan-prof-haedar-nashir-bagian-ii</link>
                    <guid>https://www.mediamu.com/penggunaan-istilah-islam-berkemajuan-belajar-dari-buku-gerakan-islam-berkemajuan-prof-haedar-nashir-bagian-ii</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[  ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[  ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2025/02/1167b2d87f5b920.png?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="12396522" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Mon, 17 Feb 2025 13:35:00 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>administrator</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        islam berkemajuan,
                                                                                                                                                                haedar nashir                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Mentari Telah Terbit di Ufuk Timur Indonesia</title>
                    <link>https://www.mediamu.com/mentari-telah-terbit-di-ufuk-timur-indonesia</link>
                    <guid>https://www.mediamu.com/mentari-telah-terbit-di-ufuk-timur-indonesia</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Oleh: Dr. H. Riduwan* ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><strong><span lang="EN-US">Oleh: Dr. H. Riduwan*</span></strong></p><p><span lang="EN-US">Perjalanan Yogyakarta menuju Wamena memang cukup melelahkan. Disamping membutuhkan tiga kali ganti penerbangan, waktu yang lama karena perbedaan wilayah, juga karena berbagai isu terkait keamanan. Bayangan Papua Pegunungan (Papeng), dengan berbagai dinamika keamanannya menambah beban yang sempat menghantui kami semua. Berbekal surat tugas dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Tim Pendamping Dakwah dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menunaikan tanggungjawabnya, berangkat menuju Papeng.</span></p><p><span lang="EN-US">Berbagai hayalan negatif tentang Papeng, semuanya sirna setelah dipagi hari kami transit di Jayapura sudah disambut ceria oleh pengurus PWM dan PWA Papua Induk. Sambil menikmati kopi Jayapura yang nikmat, kami berbincang ringan tentang perkembangan dakwah Muhammadiyah di bumi Cenderawasih. Banyak hal positif kami dapatkan dari obrolan hangat penuh makna.  Optimisme itu semakin tinggi ketika kami mendarat di bandara Wamena. Meski terkesan sederhana, tapi bandara Wamena memberi nilai yang tinggi bagi Muhammadiyah. <o:p></o:p></span></p> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2025/11/116912c0b2636fc.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="144333" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Tue, 11 Nov 2025 11:51:00 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Redaksi MediaMU</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                            </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Ketika Suara Letto Menyapa Guru Indonesia </title>
                    <link>https://www.mediamu.com/ketika-suara-letto-menyapa-guru-indonesia</link>
                    <guid>https://www.mediamu.com/ketika-suara-letto-menyapa-guru-indonesia</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Pagi itu, di ruang besar Jogja Expo Center, Ahad (2/11), suara grup band Letto menggema bukan sekadar hiburan, melainkan panggilan nurani. Ribuan hadirin yang terdiri dari guru dari berbagai daerah dan para pendampingnya duduk khidmat dalam acara Pelepasan PPG Guru Tertentu 2025 yang digelar oleh Universitas Ahmad Dahlan. Udara masih sejuk, dan suasana terasa hangat oleh semangat, haru, dan kebanggaan. ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p>Pagi itu, di ruang besar Jogja Expo Center, Ahad (2/11), suara grup band Letto menggema bukan sekadar hiburan, melainkan panggilan nurani. Ribuan hadirin yang terdiri dari guru dari berbagai daerah dan para pendampingnya duduk khidmat dalam acara Pelepasan PPG Guru Tertentu 2025 yang digelar oleh Universitas Ahmad Dahlan. Udara masih sejuk, dan suasana terasa hangat oleh semangat, haru, dan kebanggaan.</p><p>Tak lama, band Letto naik ke panggung, membawakan lagu-lagu yang sudah akrab di telinga banyak orang. Namun lebih dari sekadar musik, ada suasana reflektif edukatif yang lahir dari lirik dan tutur Sabrang Mowo Damar Panuluh alias Noe, sang vokalis. Ia tidak hanya bernyanyi, tapi berdialog dengan hati para guru.</p><p>Di tengah penampilan, Sabrang berhenti sejenak, menatap para guru, lalu berkata dengan nada yang tenang namun menyentuh:</p> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2025/11/11690f7fd14f9c6.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="57481" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Sun, 09 Nov 2025 01:22:00 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Dzikril Firmansyah</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                            </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Sikap Tawadhu Ciri Seorang Muslim Sejati</title>
                    <link>https://www.mediamu.com/sikap-tawadhu-ciri-seorang-muslim-sejati</link>
                    <guid>https://www.mediamu.com/sikap-tawadhu-ciri-seorang-muslim-sejati</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[  ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[  ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2025/10/1168ed25df829cf.jpeg?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="18142" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Mon, 13 Oct 2025 23:16:58 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>Fatan Asshidqi</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                            </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Empat Aspek dalam Iqra Profetik: Belajar dari Buku Gerakan Islam Berkemajuan Karya Prof Haedar Nashir &amp; Bagian VII</title>
                    <link>https://www.mediamu.com/empat-aspek-dalam-iqra-profetik-belajar-dari-buku-gerakan-islam-berkemajuan-karya-prof-haedar-nashir-bagian-vii</link>
                    <guid>https://www.mediamu.com/empat-aspek-dalam-iqra-profetik-belajar-dari-buku-gerakan-islam-berkemajuan-karya-prof-haedar-nashir-bagian-vii</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Oleh: Arif Jamali Muis* ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><strong>Oleh: Arif Jamali Muis*</strong></p><p>Tulisan ini melanjutkan tulisan sebelumnya yang memaparkan paradigma Iqra Profetik. Setelah membaca buku karya Prof. Haedar Nashir, Gerakan Islam Berkemajuan (2024), halaman 105-110, saya menyimpulkan setidaknya ada 4 aspek dalam iqra profetik.</p><h4 style="padding-left: 40px;">Berilmu</h4><p style="padding-left: 40px;">Kata "ilmu" dalam Al-Qur'an disebut sebanyak 105 kali, lebih dari itu dalam berbagai bentuk ungkapan ada 774 kali. Hal ini menggambarkan Al-Qur'an sangat mementingkan ilmu. Belum lagi jika kita melihat istilah dalam Al-Qur'an tentang istilah <em>tafakkur, tadabbur, ta'aqqul, tanadhar</em>, yang menganjurkan manusia berfikir, menggunakan akal pikiran, meneliti dan mengkaji dalam berbagai makna dan aspek yang luas sebagaimana perintah "iqra".&nbsp;</p><h4 style="padding-left: 40px;">Ulil Albab</h4><p style="padding-left: 40px;">Manusia adalah satu-satunya mahluk Allah yang diberi "qalbu" dan "akal pikiran" sebagai kekuatan yang menyatu dengan fitrah manusia sebagai mahluk. Ulil Albab sebagai keniscayaan kaum beriman untuk memiliki dan mengembangkan kemampuan tafakur (berpikir tentang penciptaan Allah) dan tadazkur (mengingat Allah sarat dengan penghayatan), seperti tercantum dalam Surat Ali-Imran ayat 191.</p><h4 style="padding-left: 40px;">Melakukan Perubahan</h4><p style="padding-left: 40px;">Allah dalam Al-Qur'an memerintahkan manusia untuk melakukan perubahan <em>(taghyir)</em> dalam kehidupannya. Suatu umat atau bangsa tidak akan berubah nasibnya jika mereka tidak berusaha mengubah nasibnya sendiri. Kaum beriman memang harus bertawakkal, bermunajat, dan senantiasa mendekat kepada Allah SWT, tetapi hal yang berkaitan dengan kewajiban usaha atau ikhtiar diserahkan kepada manusia untuk melakukannya. Spirit perubahan untuk kemajuan harus menjadi etos kaum beriman dan umat manusia secara umum. Ini seperti tercantum dalam surat Ar-Radu' ayat 11.</p><h4 style="padding-left: 40px;">Mempersiapkan masa depan</h4><p style="padding-left: 40px;">Dalam Al-Qur'an Allah memerintahkan kaum beriman untuk mempersiapkan masa depan dengan seksama sebagai satu paket dengan ketakwaan sebagaimana tercantum dalam surat Al-Hasyr ayat 18. Suatu waktu kaum bani Mudhar dari suku yang tertinggal tiba di Madinah dalam keadaan kurang baik kondisinya. Nabi kemudian memerintahkan para sahabat menyantuni kelompok yang lemah tersebut. Intinya agar kaum muslimin harus memperhatikan masa depan di dunia sekaligus kehidupan di Akherat dengan sebaik-baiknya dalam satu mata rantai yang utuh dengan fondasi ketakwaan. Karena konteks kondisi Bani Mudhar itulah kemudian turun surat Al-Hasyr ayat 18 tersebut.</p><p>Bermacam perintah dan penjelasan Allah dalam Al - Qur'an yang meniscayakan umat manusia dan khususnya kaum beriman untuk menjalani kehidupan yang membawa kemajuan menuju kebahagiaan hidup yang selamat di dunia dan akhirat. Suatu kehidupan yang berkemajuan berdasarkan nilai-nilai Ilahiah yang mencerahkan kehidupan manusia, lingkungan dan alam semesta. Al-Qur'an sangatlah kaya tentang ajaran kemajuan, selain dimensi kehidupan lainnya untuk membangun peradaban kehidupan yang bahagia secara hakiki di dunia dan akhirat.</p> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2025/03/1167d9f66614f6a.png?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="7258567" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Wed, 19 Mar 2025 05:40:55 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>administrator</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                            </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Sikap Hidup Ihsan: Belajar dari Buku Gerakan Islam Berkemajuan Karya Prof. Haedar Nashir – Bagian V</title>
                    <link>https://www.mediamu.com/sikap-hidup-ihsan-belajar-dari-buku-gerakan-islam-berkemajuan-karya-prof-haedar-nashir-bagian-v</link>
                    <guid>https://www.mediamu.com/sikap-hidup-ihsan-belajar-dari-buku-gerakan-islam-berkemajuan-karya-prof-haedar-nashir-bagian-v</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Oleh: Arif Jamali Muis*Mari kita lanjutkan memetik pembelajaran dari karya Prof. Haedar Nashir, Gerakan Islam Berkemajuan (2024). Kali ini, kita akan mendalami tentang sikap ihsan sebagai landasan dalam Risalah Islam Berkemajuan.Pandangan kehidupan dan keduniaan dalam perspektif Islam tidak didasarkan pada humanisme Barat, tetapi berlandaskan ketuhanan atau humanisme teosentris (perbedaan antara kemajuan ala Barat dan kemajuan menurut Islam telah dibahas dalam catatan sebelumnya). Maka, sikap hidup ihsan adalah pilihan terbaik bagi umat, sebagaimana yang telah dicontohkan oleh para nabi dan rasul.Menurut Prof. Muhammad Ali, Direktur Program Studi Timur Tengah dan Islam di University of California, Riverside, dalam Pengajian Ramadan 1443 H PP Muhammadiyah (Rabu, 6 April 2022), dengan mengutip Toshihiko Izutsu, ihsan memiliki dua bentuk kebaikan, yaitu: ketundukan yang mendalam kepada Allah dan segala kebaikan kepada sesama manusia sebagai wujud ketundukan kepada Allah. Kedua perbuatan tersebut dimotivasi oleh semangat menolong, kasih sayang, dan kelembutan. Ihsan adalah perbuatan baik secara maksimal, baik dalam hubungan dengan Allah SWT maupun dengan sesama manusia, sebagai wujud kesejahteraan bagi alam semesta.Lebih lanjut, Prof. Haedar dalam bukunya Gerakan Islam Berkemajuan (hal. 83) menyebutkan bahwa umat Islam harus menjalankan hidup dengan ihsan dalam dua karakter utama, yaitu sebagai "abdullah", yakni hamba Allah yang senantiasa beribadah dan berserah diri kepada-Nya, serta sebagai "khalifah fil ard" yaitu wakil Tuhan yang bertugas memakmurkan bumi.Seorang Muslim yang berjiwa ihsan akan selalu berusaha berbuat yang terbaik dan membawa kemaslahatan, kebaikan, serta kemajuan hidup, meskipun secara bertahap, sambil menjauhi keburukan dan mafsadat. Insan beriman yang berjiwa ihsan berbuat baik secara optimal tanpa merasa diri paling muhsin (paling baik). Sikap rendah hati menjadi kunci, dengan menjauhi sifat jumawa dan takabur, serta tidak merasa paling benar, paling bersih, paling hebat, atau paling mampu.Setiap Muslim berhak menunaikan ihsan sesuai dengan kemampuan dan jalan yang dipilihnya dalam upaya meraih ridha dan karunia Allah SWT. ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><strong>Oleh: Arif Jamali Muis*</strong></p><p data-start="250" data-end="464">Mari kita lanjutkan memetik pembelajaran dari karya Prof. Haedar Nashir,<em> </em>Gerakan Islam Berkemajuan (2024). Kali ini, kita akan mendalami tentang sikap <em data-start="403" data-end="410">ihsan</em> sebagai landasan dalam Risalah Islam Berkemajuan.</p><p data-start="466" data-end="847">Pandangan kehidupan dan keduniaan dalam perspektif Islam tidak didasarkan pada humanisme Barat, tetapi berlandaskan ketuhanan atau <em data-start="597" data-end="619">humanisme teosentris</em> (perbedaan antara kemajuan ala Barat dan kemajuan menurut Islam telah dibahas dalam catatan sebelumnya). Maka, sikap hidup <em data-start="743" data-end="750">ihsan</em> adalah pilihan terbaik bagi umat, sebagaimana yang telah dicontohkan oleh para nabi dan rasul.</p><p data-start="849" data-end="1484">Menurut Prof. Muhammad Ali, Direktur Program Studi Timur Tengah dan Islam di University of California, Riverside, dalam Pengajian Ramadan 1443 H PP Muhammadiyah (Rabu, 6 April 2022), dengan mengutip Toshihiko Izutsu, <em data-start="1068" data-end="1075">ihsan</em> memiliki dua bentuk kebaikan, yaitu: ketundukan yang mendalam kepada Allah dan segala kebaikan kepada sesama manusia sebagai wujud ketundukan kepada Allah. Kedua perbuatan tersebut dimotivasi oleh semangat menolong, kasih sayang, dan kelembutan. <em data-start="1322" data-end="1329">Ihsan</em> adalah perbuatan baik secara maksimal, baik dalam hubungan dengan Allah SWT maupun dengan sesama manusia, sebagai wujud kesejahteraan bagi alam semesta.</p><p data-start="1486" data-end="1847">Lebih lanjut, Prof. Haedar dalam bukunya Gerakan Islam Berkemajuan (hal. 83) menyebutkan bahwa umat Islam harus menjalankan hidup dengan <em data-start="1625" data-end="1632">ihsan</em> dalam dua karakter utama, yaitu sebagai <em data-start="1673" data-end="1685">"abdullah"</em>, yakni hamba Allah yang senantiasa beribadah dan berserah diri kepada-Nya, serta sebagai <em data-start="1775" data-end="1795">"khalifah fil ard"</em> yaitu wakil Tuhan yang bertugas memakmurkan bumi.</p><p data-start="1849" data-end="2322">Seorang Muslim yang berjiwa <em data-start="1877" data-end="1884">ihsan</em> akan selalu berusaha berbuat yang terbaik dan membawa kemaslahatan, kebaikan, serta kemajuan hidup, meskipun secara bertahap, sambil menjauhi keburukan dan <em data-start="2041" data-end="2051">mafsadat</em>. Insan beriman yang berjiwa <em data-start="2080" data-end="2087">ihsan</em> berbuat baik secara optimal tanpa merasa diri paling <em data-start="2141" data-end="2149">muhsin</em> (paling baik). Sikap rendah hati menjadi kunci, dengan menjauhi sifat jumawa dan takabur, serta tidak merasa paling benar, paling bersih, paling hebat, atau paling mampu.</p><p data-start="2324" data-end="2463">Setiap Muslim berhak menunaikan <em data-start="2356" data-end="2363">ihsan</em> sesuai dengan kemampuan dan jalan yang dipilihnya dalam upaya meraih ridha dan karunia Allah SWT.</p><p>---</p><p><em><strong>Penulis adalah Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY</strong></em></p> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2025/02/1167be7717be8f0.png?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="3146191" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Wed, 26 Feb 2025 09:07:51 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>administrator</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                            </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Islam Berkemajuan dan Kemajuan yang Islami: Belajar dari Buku Gerakan Islam Berkemajuan Karya Prof. Haedar Nashir – Bagian ke&amp;4</title>
                    <link>https://www.mediamu.com/islam-berkemajuan-dan-kemajuan-yang-islami-belajar-dari-buku-gerakan-islam-berkemajuan-karya-prof-haedar-nashir-bagian-ke-4</link>
                    <guid>https://www.mediamu.com/islam-berkemajuan-dan-kemajuan-yang-islami-belajar-dari-buku-gerakan-islam-berkemajuan-karya-prof-haedar-nashir-bagian-ke-4</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Oleh: Arif Jamali Muis* - ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><strong>Oleh: Arif Jamali Muis* -</strong></p><p>Mari kita lanjutkan belajar dari buku karya Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Haedar Nashir. Tulisan ini hanya merupakan gambaran dari apa yang saya baca dan pemahaman saya terhadapnya. Jika masih terdapat kekurangan dan kesalahan, itu semata-mata karena keterbatasan ilmu saya. Mohon koreksi dan masukan yang membangun.</p><p>Mari kita mulai, kawan!</p> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2025/02/1167b2d4389a6f6.png?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="12386399" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Fri, 21 Feb 2025 20:30:00 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>administrator</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                            </media:keywords>
                                    </item>
                                                                <item>
                    <title>Islam Berkemajuan vs Islam Berkemunduran: Belajar dari Buku Gerakan Islam Berkemajuan Karya Prof. Haedar Nashir (Bagian I)</title>
                    <link>https://www.mediamu.com/refleksi-islam-berkemajuan</link>
                    <guid>https://www.mediamu.com/refleksi-islam-berkemajuan</guid>
                    <description>
                                                    <![CDATA[ Oleh: Arif Jamali MuisKetika Risalah Islam Berkemajuan ditetapkan dalam Muktamar Muhammadiyah ke-48 di Surakarta pada 2022, muncul berbagai pertanyaan, termasuk dari warga Muhammadiyah sendiri. Salah satunya adalah: Mengapa Islam perlu diberi embel-embel &ldquo;berkemajuan&rdquo;? Jika ada Islam berkemajuan, apakah berarti ada Islam yang berkemunduran?Prof. Haedar Nashir dalam bukunya Gerakan Islam Berkemajuan (2024) menjawab, &ldquo;Pertanyaan itu wajar muncul jika pola pikirnya hanya bermain di aspek istilah atau bahasa, terlebih jika ditarik secara dialektika dengan logika yang sederhana atau verbal.&rdquo; Beliau menegaskan bahwa Islam sebagai ajaran tidak mengandung unsur kemunduran, kejumudan, atau kebodohan. Sebaliknya, Islam justru mengajarkan nilai-nilai kemajuan. Jika terdapat kemunduran di kalangan umat Islam, itu bukan karena Islam sebagai agama, melainkan karena umat Islam sendiri. "Islam mahjubun bil-muslimin", Islam itu tertutupi oleh umat Islam sendiri.Pertanyaan lain yang muncul adalah: Apakah konsep Islam Berkemajuan dapat membelah umat Islam ke dalam kelompok atau golongan tertentu? Dalam hal ini, Prof. Haedar menekankan bahwa Islam sebagai wahyu bersifat mutlak dan absolut, tetapi dalam tafsir, pemahaman, dan praktik keagamaan, Islam bersifat multigranular&mdash;memiliki berbagai penafsiran.Hal ini mengingatkan pada pemikiran Ahmad Wahib yang dalam pencariannya terhadap hakikat Islam menyadari bahwa yang ia ketahui adalah Islam menurut Hamka, Islam menurut Abduh, dan Islam menurut berbagai tokoh lainnya. Ia pun bertanya, &ldquo;Lalu, di mana Islam menurut Allah?&rdquo; Maka, Ahmad Wahib memilih untuk belajar langsung dari Al-Qur'an dan Sunnah. Namun, dalam perjalanannya, ia juga terjebak dalam subjektivitasnya sendiri. Dalam catatannya, ia menulis:"Orang lain pun akan beranggapan bahwa yang kudapat itu adalah Islam menurutku sendiri. Tapi biarlah, yang penting adalah keyakinan dalam akal sehatku bahwa yang kupahami itu adalah Islam menurut Allah. Aku harus yakin itu."Pernyataan ini menunjukkan bahwa, meskipun ia ingin melepaskan Islam dari klaim-klaim kelompok tertentu, pada akhirnya ia tetap terjebak dalam klaimnya sendiri.Persoalan klaim kebenaran menjadi tantangan besar dalam interaksi umat Islam. Sikap terbaik dalam beragama adalah terus belajar dan memajukan Islam serta umat Islam tanpa merasa benar sendiri. Terbuka terhadap pemikiran keislaman dari berbagai sumber merupakan bagian dari sikap berkemajuan. Pada akhirnya, kita serahkan kebenaran mutlak kepada Allah SWT, satu-satunya pemilik kebenaran hakiki.Wallahu a&lsquo;lam bishawab.*Penulis adalah Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah ]]>
                                            </description>
                    <content:encoded>
                        <![CDATA[ <p><strong>Oleh: Arif Jamali Muis</strong></p><p data-start="133" data-end="459">Ketika <em data-start="140" data-end="167">Risalah Islam Berkemajuan</em> ditetapkan dalam Muktamar Muhammadiyah ke-48 di Surakarta pada 2022, muncul berbagai pertanyaan, termasuk dari warga Muhammadiyah sendiri. Salah satunya adalah: <em data-start="329" data-end="457">Mengapa Islam perlu diberi embel-embel &ldquo;berkemajuan&rdquo;? Jika ada Islam berkemajuan, apakah berarti ada Islam yang berkemunduran?</em></p><p data-start="461" data-end="1086">Prof. Haedar Nashir dalam bukunya <em data-start="495" data-end="522">Gerakan Islam Berkemajuan</em> (2024) menjawab, <em data-start="540" data-end="716">&ldquo;Pertanyaan itu wajar muncul jika pola pikirnya hanya bermain di aspek istilah atau bahasa, terlebih jika ditarik secara dialektika dengan logika yang sederhana atau verbal.&rdquo;</em> Beliau menegaskan bahwa Islam sebagai ajaran tidak mengandung unsur kemunduran, kejumudan, atau kebodohan. Sebaliknya, Islam justru mengajarkan nilai-nilai kemajuan. Jika terdapat kemunduran di kalangan umat Islam, itu bukan karena Islam sebagai agama, melainkan karena umat Islam sendiri. <em data-start="1007" data-end="1038">"Islam mahjubun bil-muslimin"</em>, Islam itu tertutupi oleh umat Islam sendiri.</p><p data-start="1134" data-end="1481">Pertanyaan lain yang muncul adalah: <em data-start="1170" data-end="1271">Apakah konsep Islam Berkemajuan dapat membelah umat Islam ke dalam kelompok atau golongan tertentu?</em> Dalam hal ini, Prof. Haedar menekankan bahwa Islam sebagai wahyu bersifat mutlak dan absolut, tetapi dalam tafsir, pemahaman, dan praktik keagamaan, Islam bersifat multigranular&mdash;memiliki berbagai penafsiran.</p><p data-start="1483" data-end="1941">Hal ini mengingatkan pada pemikiran Ahmad Wahib yang dalam pencariannya terhadap hakikat Islam menyadari bahwa yang ia ketahui adalah Islam menurut Hamka, Islam menurut Abduh, dan Islam menurut berbagai tokoh lainnya. Ia pun bertanya, <em data-start="1718" data-end="1756">&ldquo;Lalu, di mana Islam menurut Allah?&rdquo;</em> Maka, Ahmad Wahib memilih untuk belajar langsung dari Al-Qur'an dan Sunnah. Namun, dalam perjalanannya, ia juga terjebak dalam subjektivitasnya sendiri. Dalam catatannya, ia menulis:</p><p data-start="1943" data-end="2171"><em data-start="1943" data-end="2169">"Orang lain pun akan beranggapan bahwa yang kudapat itu adalah Islam menurutku sendiri. Tapi biarlah, yang penting adalah keyakinan dalam akal sehatku bahwa yang kupahami itu adalah Islam menurut Allah. Aku harus yakin itu."</em></p><p data-start="2173" data-end="2335">Pernyataan ini menunjukkan bahwa, meskipun ia ingin melepaskan Islam dari klaim-klaim kelompok tertentu, pada akhirnya ia tetap terjebak dalam klaimnya sendiri.</p><p data-start="2373" data-end="2769">Persoalan klaim kebenaran menjadi tantangan besar dalam interaksi umat Islam. Sikap terbaik dalam beragama adalah terus belajar dan memajukan Islam serta umat Islam tanpa merasa benar sendiri. Terbuka terhadap pemikiran keislaman dari berbagai sumber merupakan bagian dari sikap berkemajuan. Pada akhirnya, kita serahkan kebenaran mutlak kepada Allah SWT, satu-satunya pemilik kebenaran hakiki.</p><p data-start="2771" data-end="2796" data-is-last-node=""><em data-start="2771" data-end="2796" data-is-last-node="">Wallahu a&lsquo;lam bishawab.</em></p><p data-start="2771" data-end="2796" data-is-last-node=""><em data-start="2771" data-end="2796" data-is-last-node=""></em></p><p data-start="2771" data-end="2796" data-is-last-node=""><strong><em>*Penulis adalah Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah</em></strong></p> ]]>
                    </content:encoded>
                                                                                        <enclosure url="http://www.mediamu.com/media/images/2025/02/1167b2d87f5b920.png?location=1&amp;amp;width=&amp;amp;height=&amp;amp;quality=100&amp;fit=1" length="12396522" type="image/jpeg" />
                                        <pubDate>Mon, 17 Feb 2025 13:05:00 +0700</pubDate>
                    <dc:creator>administrator</dc:creator>
                                                                    <media:keywords>
                                                                                                                                                        refleksi,
                                                                                                                                                                islam berkemajuan                                                                                                                    </media:keywords>
                                    </item>
                        </channel>
</rss>