Revitalisasi Satuan Pendidikan Oleh Kemendikdasmen Disambut Baik Siswa dan Warga Sekitar

Revitalisasi Satuan Pendidikan Oleh Kemendikdasmen Disambut Baik Siswa dan Warga Sekitar

Smallest Font
Largest Font

MAGELANG – Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang diusung pemerintah disambut baik oleh murid dan warga sekitar. Mulai dari siswa yang merasa senang karena sarana dan prasarana sekolah semakin menunjang kegiatan belajar, hingga berputarnya roda perekonomian masyarakat akibat pembangunan sekolah.

Kunjungan dilakukan pada Rabu, 17 September 2025, di SMK Ma’arif Kota Mungkid, Kabupaten Magelang. Peninjauan langsung dipimpin Staf Khusus Menteri Bidang Komunikasi dan Media, Ma’ruf, bersama Kepala Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat (BKHM), Anang Ristanto, usai menghadiri Diseminasi Program Tes Kemampuan Akademik untuk Pendidikan Bermutu yang diikuti 541 peserta dari berbagai SMA, SMK, dan MA di Kota dan Kabupaten Magelang.

Cerita warga sekitar menunjukkan manfaat nyata program revitalisasi. Iqbal Pribadi Tawakal (28), misalnya, kini bekerja sebagai tukang di proyek pembangunan sekolah. Ia mengaku program ini membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat yang tidak selalu memiliki pekerjaan tetap. Di sisi lain, manfaat juga dirasakan siswa. Maya Izatul Latifah, pelajar kelas XI jurusan teknik kimia industri, mengaku sangat senang karena jurusannya kini memiliki laboratorium baru lengkap dengan peralatan memadai, berbeda dengan kondisi sebelumnya yang masih serba sederhana.

Program Revitalisasi Satuan Pendidikan merupakan salah satu Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo yang diarahkan untuk menjawab kebutuhan mendesak di bidang pendidikan. Tujuannya menghadirkan sarana-prasarana yang lebih layak, terutama di sekolah vokasi, agar siswa bisa belajar dengan baik, guru mengajar optimal, dan masyarakat sekitar turut merasakan manfaatnya.

Melalui program ini, SMK Ma’arif Kota Mungkid memperoleh tambahan enam ruang kelas baru, satu ruang praktik siswa jurusan teknik kimia industri beserta peralatan, serta dua blok toilet masing-masing berisi empat bilik untuk murid perempuan dan laki-laki. Pembangunan dimulai 1 Juli 2025 dan ditargetkan selesai pada akhir November 2025.

Kepala sekolah, Ngungun Bayu Santoso, menegaskan tambahan ruang kelas dan laboratorium sangat dibutuhkan. Sebelumnya, sekolah hanya memiliki 18 ruang kelas untuk 39 rombongan belajar, sehingga siswa belajar dalam kondisi terbatas. Wakil Kepala Sarana Prasarana, Dewi Setiyarini, menilai revitalisasi ini tepat sasaran karena jurusan teknik kimia industri kini memiliki fasilitas lengkap, bahkan sudah menyiapkan kafe sederhana untuk praktik produk siswa. Guru jurusan, Dewi Atika Puji Astuti, juga menggarisbawahi pentingnya dukungan peralatan standar laboratorium agar siswa bisa praktik lebih maksimal.

Selain pembangunan fisik, revitalisasi diarahkan untuk memastikan proses pembelajaran lebih efektif. Kepala BKHM, Anang Ristanto, menambahkan bahwa mayoritas pekerja pembangunan berasal dari warga sekitar, termasuk alumni dan orang tua siswa. Hal ini menunjukkan bahwa program revitalisasi bukan hanya meningkatkan mutu pendidikan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Program Revitalisasi Satuan Pendidikan di SMK Ma’arif Kota Mungkid menjadi titik balik dalam meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus pemberdayaan masyarakat. Sekolah menegaskan manfaat besar yang diterima harus diiringi dengan tanggung jawab menjaga sarana dan peralatan agar bisa digunakan secara maksimal.

Sebagai bagian dari pemerintah, Kemendikdasmen berkomitmen menyukseskan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo. Melalui revitalisasi, setiap pembangunan dipastikan terlaksana dengan baik, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi sekolah maupun lingkungan sekitar.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow