Praktik Baik 7 KAIH Tunjukkan Dampak Nyata Pada Karakter Siswa di SMPN 1 Karangtanjung

Praktik Baik 7 KAIH Tunjukkan Dampak Nyata Pada Karakter Siswa di SMPN 1 Karangtanjung

Smallest Font
Largest Font

PANDEGLANG — Implementasi Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH) terus bermunculan di berbagai daerah. Di Kabupaten Pandeglang, SMPN 1 Karangtanjung mengintegrasikan kebiasaan baik ke dalam rutinitas sekolah melalui Program Budaya Belajar Positif.

Kepala Sekolah SMPN 1 Karangtanjung, Rianto Danardono, menjelaskan bahwa program ini dilaksanakan setiap hari dengan tema berbeda: Senin READY (Refleksi Diri), Selasa Sehat, Rabu Literasi, Kamis Mengaji/Memuji, Jumat Taqwa (Jumtaq), dan Sabtu Bersih (Sabsih). Selain itu, siswa juga dimonitor lewat jurnal harian, dibiasakan beribadah, tidur cepat, bangun pagi, serta dievaluasi rutin oleh wali kelas.

Menurut Rianto, penerapan 7 KAIH tidak lepas dari tantangan, terutama dalam sosialisasi dan keterlibatan siswa. “Program ini harus dirancang secara terencana, berkelanjutan, dan dikemas secara menarik agar murid tertarik berpartisipasi. Guru pun harus aktif terlibat agar menjadi teladan,” ujarnya.

Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan nyata. Refleksi jurnal harian siswa mencatat partisipasi dalam kegiatan positif naik hingga 80%, keterampilan hidup sehat dan peduli lingkungan meningkat 75%, serta terbentuk karakter beriman, kreatif, kolaboratif, dan bertanggung jawab.

Antusiasme juga datang dari peserta sosialisasi. Euis, perwakilan Himpaudi, menuturkan bahwa penerapan kebiasaan baik di PAUD memberi dampak signifikan. “Anak-anak semangat ketika ditanya siapa yang sudah bangun pagi. Kami rutin melakukan Senam Anak Indonesia Hebat dan membiasakan makan sehat bergizi. Awalnya banyak anak membawa bekal mie, tapi kini orang tua mulai menyiapkan bekal yang lebih sehat,” ungkapnya.

Keberhasilan SMPN 1 Karangtanjung menjadi bukti bahwa 7 KAIH dapat diterapkan secara konsisten di sekolah. Program ini diharapkan menjadi inspirasi bagi sekolah lain di Banten maupun Indonesia.

Kepala Pusat Penguatan Karakter Kemendikdasmen, Rusprita Putri Utami, menegaskan bahwa gerakan ini merupakan upaya jangka panjang untuk menyiapkan generasi emas. “Ini bukan hanya kampanye, tetapi gerakan sosial jangka panjang yang akan mengawal Indonesia menuju Generasi Emas 2045,” tegasnya.

Sumber: https://kemendikdasmen.go.id/pencarian/siaran-pers

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow