Melihat Geliat Ramadan di Masjid Jogokariyan Yogyakarta
Masjid Jogokariyan menjadi satu di antara masjid yang fenomenal di Indonesia. Masjid ini dikenal dengan pengelolaannya inovatif. Mulai dari penyediaan ATM Beras untuk jamaah yang membutuhkan, kebijakan saldo nol, mengganti barang jamaah yang hilang hingga gerakan menshalatkan orang hidup. Menurut Ustad Jazir ASP., yang pernah menjabat Ketua Takmir Masjid Jogokariyan, masjid seharusnya tidak hanya memperhatikan urusan salat tetapi juga kepentingan jamaah. Masjid berusaha menyelesaikan problem yang ada di dalam Masyarakat.
Di antara program pemberdayaan yang dijalankan adalah dengan memberikan modal usaha bagi para pedagang atau pengusaha kecil di Jogokariyan. Pada bulan Ramadan, takmir masjid menggelar Pasar Sore yang dikenal dengan Kampung Ramadan Jogokariyah (KRJ) yang berlokasi di pinggir jalan sepanjang Jogokariyan. Kegiatan ini mampu menarik perhatian Masyarakat luas, sehingga menjadi tujuan mencari aneka makanan untuk berbuka.
Salain itu Masjid Jogokariyan juga menyediakan ribuan porsi makan berbuka setiap sore secara gratis. Uniknya makanan disajikan dalam piring yang bisa dicuci dan digunakan ulang. Hal ini dilakukan untuk mengurangi volume sampah yang selama ini banyak berasal dari wadah bekas makanan. Baik berupa kertas maupun plastik.
Setiap hari takmir menyediakan sekitar 3.500 porsi. Terkadang masih kurang sehingga harus menyediakan tambahan 300 porsi. Jumlah anggara yang dialokasikan dalam satu bulan bisa mencapai Rp1,5 miliar. Uniknya, pihak masjid mempercayakan warga lokal untuk memasak makan tersebut. Tidak mengandalkan pesan ke catering. Ibu-ibu di Jogokariyan diberdayakan untuk menyiapkan menu berbuka yang setiap hari berganti sehingga jamaah tidak merasa bosan.
Pada Bulan Ramadan, secara berkala, Masjid juga menghadirkan ulama dari timur Tengah untuk menjadi imam atau mengisi ceramah. Kegiatan ini banyak diminati jamaah, tidak hanya dari Jogokariyan tetapi juga umat Islam di Yogyakarta. Sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi para jamaah yang ingin salat tarawih.
Dengan beragam inovasi dan kreatifitas positif dalam mengelola masjid. Menjadikan Masjid yang memiliki visi Dari Jogokariyan untuk Indonesia dan Dunia ini sebagai destinasi wisata religi yang diminati umat Islam dari berbagai daerah. Pada tahun 2016, Masjid Jogokariyan ditetapkan sebagai Juara Masjid Percontohan Nasional dalam bidang pengelolaan (idarah) oleh Kementerian Agama. [e]
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow