Liburan Pesantren, Santri Darul Arqom Muhammadiyah Belajar Langsung dari Tokoh Persyarikatan

Liburan Pesantren, Santri Darul Arqom Muhammadiyah Belajar Langsung dari Tokoh Persyarikatan

Smallest Font
Largest Font

PURWOREJO — Masa liburan semester genap dimanfaatkan para santri Pondok Pesantren Darul Arqom Muhammadiyah Bayan Purworejo untuk memperdalam kaderisasi melalui program Silaturahmi Kader. Lewat program ini, para santri mengunjungi rumah tokoh Muhammadiyah, 'Aisyiyah, hingga Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) di tempat tinggal masing-masing guna belajar langsung dari jejak perjuangan para kader senior Persyarikatan.

Program yang telah menjadi tradisi kaderisasi di pondok tersebut memberikan kesempatan kepada santri berdialog dengan para tokoh, menyimak sejarah perkembangan Muhammadiyah di daerah, sekaligus menyerap nilai-nilai kepemimpinan, dakwah, dan pengabdian kepada masyarakat.

Dengan demikian, para santri tidak hanya memperoleh pemahaman Al-Islam dan Kemuhammadiyahan melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga belajar langsung dari para pelaku sejarah yang telah mendedikasikan hidupnya bagi dakwah dan kemajuan Persyarikatan.

Guru Pendidikan Kemuhammadiyahan Pondok Pesantren Darul Arqom Muhammadiyah Bayan Purworejo, Akhmad Maulidin Musdani, mengatakan program tersebut telah menjadi bagian dari sistem kaderisasi pondok sejak pertama kali berdiri.

"Program ini telah berjalan selama tujuh tahun sejak pondok ini didirikan. Kami ingin para santri tidak hanya mengenal Muhammadiyah melalui buku pelajaran, tetapi juga belajar langsung dari para pelaku perjuangan yang telah mengabdikan hidupnya untuk Persyarikatan," ujarnya.

Menurutnya, pembelajaran kontekstual melalui silaturahmi ini mempertemukan generasi muda Muhammadiyah dengan generasi pendahulu sehingga santri dapat memahami dinamika perjuangan Persyarikatan secara lebih nyata. Mereka diajak berdiskusi mengenai perjalanan dakwah, tantangan organisasi, hingga pesan-pesan yang relevan bagi kader muda dalam menghadapi perkembangan zaman.

Akhmad menambahkan, dampak program tersebut telah terlihat pada sejumlah alumni yang tetap aktif berorganisasi setelah menyelesaikan pendidikan di pondok.

"Beberapa santri setelah lulus melanjutkan aktivitas organisasinya di Pemuda Muhammadiyah maupun Ikatan Pelajar Muhammadiyah di daerah tempat tinggal mereka. Ini menunjukkan bahwa kaderisasi tidak berhenti ketika mereka lulus dari pondok, tetapi terus berlanjut di tengah masyarakat," katanya.

Ia menilai pengalaman belajar langsung dari para tokoh memiliki nilai yang tidak tergantikan.

"Santri dapat menyerap hikmah kehidupan, pengalaman organisasi, serta nilai-nilai perjuangan dari para tokoh Muhammadiyah dan 'Aisyiyah se-Kabupaten Purworejo. Inilah yang menjadi kekuatan program kaderisasi pondok kami," ungkapnya.

Senada dengan itu, Kepala SMP Muhammadiyah Jono, Erlinda Windiastranti, M.Pd., mengatakan program Silaturahmi Kader menjadi jembatan yang mempertemukan generasi muda dengan para sesepuh Muhammadiyah.

"Program liburan ini bertujuan menjalin silaturahmi antara santri dengan pengurus Muhammadiyah terdekat sesuai domisili mereka. Selain itu, kegiatan ini menjadi jembatan yang mendekatkan generasi muda dengan para sesepuh Muhammadiyah sehingga terjadi transfer pengalaman dan nilai perjuangan," ujarnya.

Menurut Erlinda, setiap kunjungan diisi dengan dialog yang memberi ruang bagi santri untuk bertanya mengenai pengalaman berorganisasi, tantangan dakwah, hingga strategi mengembangkan amal usaha Muhammadiyah.

"Dalam kunjungan terdapat sesi dialog dan diskusi. Kami berharap muncul penguatan dari para sesepuh Muhammadiyah sehingga terbentuk militansi kader terhadap Persyarikatan," katanya.

Sementara itu, Direktur Pondok Pesantren Darul Arqom Muhammadiyah Bayan Purworejo, Ustaz Dr. (Cand.) Muhammad Nurrosyid Huda Setiawan, S.Th.I., MIRKH., menjelaskan bahwa program ini berlandaskan ajaran Rasulullah SAW tentang pentingnya menjalin silaturahmi.

"Program kunjungan santri kepada tokoh Muhammadiyah ini berangkat dari pesan Rasulullah ﷺ bahwa barang siapa ingin diperluas rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaknya menyambung silaturahmi. Karena itu, santriwan dan santriwati Pondok Pesantren Darul Arqom tingkat SMP memanfaatkan masa liburan dengan bersilaturahmi kepada tokoh Muhammadiyah di Kabupaten Purworejo," tuturnya.

Ia berharap para santri memperoleh pengalaman berharga yang memperluas wawasan tentang Muhammadiyah sekaligus menumbuhkan semangat melanjutkan estafet perjuangan Persyarikatan.

Selama kunjungan berlangsung, para santri mendengarkan kisah perjuangan para tokoh Muhammadiyah dan 'Aisyiyah, mulai dari membangun amal usaha, mengembangkan dakwah di tengah masyarakat, hingga menghadapi berbagai tantangan zaman. Para tokoh juga berpesan agar kader muda senantiasa menjaga integritas, memperkuat akhlak, meningkatkan kapasitas keilmuan, dan aktif berorganisasi sebagai bekal menjadi pemimpin masa depan.

Melalui program Silaturahmi Kader, Pondok Pesantren Darul Arqom Muhammadiyah Bayan Purworejo terus memperkuat komitmennya mencetak kader yang tidak hanya unggul secara akademik dan keagamaan, tetapi juga memiliki karakter kepemimpinan, semangat pengabdian, serta kesiapan melanjutkan dakwah amar makruf nahi mungkar di tengah masyarakat.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow