Cara Membangun Kebiasaan Menabung Sejak Dini dengan Mobile Banking

Cara Membangun Kebiasaan Menabung Sejak Dini dengan Mobile Banking

Smallest Font
Largest Font

YOGYAKARTA — Membangun kebiasaan menabung tidak harus dimulai dari nominal yang besar. Yang jauh lebih penting adalah konsistensi menyisihkan sebagian pendapatan sejak awal agar tujuan keuangan jangka panjang dapat tercapai. Di era digital, kebiasaan tersebut juga semakin mudah dilakukan berkat berbagai layanan keuangan yang membantu masyarakat mengelola uang secara lebih disiplin.

Dosen Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Satria Utama, S.E.I., M.E.I., menegaskan bahwa salah satu prinsip dasar dalam perencanaan keuangan adalah menjadikan tabungan sebagai prioritas, bukan sekadar menyimpan sisa uang di akhir bulan.

“Salah satu prinsip penting dalam perencanaan keuangan adalah menjadikan tabungan sebagai prioritas sejak menerima pendapatan. Setelah itu baru digunakan untuk kebutuhan konsumsi. Selama ini yang sering terjadi justru pendapatan dihabiskan lebih dulu, lalu kalau masih ada sisa baru ditabung. Akibatnya, menabung hanya menjadi niat yang sulit diwujudkan,” jelasnya kepada Humas UMY, Rabu (1/7).

Menurut Satria, perkembangan layanan perbankan digital kini dapat membantu masyarakat membangun disiplin finansial. Berbagai fitur seperti autodebet, tabungan rutin, hingga pemisahan dana ke beberapa pos kebutuhan memungkinkan seseorang menyisihkan uang secara otomatis setiap kali menerima penghasilan.

“Sekarang mobile banking bukan hanya untuk transaksi. Banyak layanan yang membantu mengelola keuangan, misalnya tabungan rutin melalui autodebet atau fitur pemisahan dana ke beberapa pos kebutuhan. Jadi, setiap menerima pendapatan, sebagian dana bisa langsung disisihkan untuk masa depan sebelum digunakan untuk kebutuhan lainnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, konsistensi merupakan faktor terpenting dalam membangun kebiasaan menabung. Masyarakat tidak perlu menunggu memiliki pendapatan besar, karena kebiasaan finansial justru terbentuk dari rutinitas menyisihkan uang secara berkala.

Selain itu, menetapkan tujuan keuangan yang jelas juga dinilai penting agar motivasi menabung tetap terjaga. Dengan target yang spesifik dan terukur, seseorang akan lebih mudah mempertahankan kebiasaan menyisihkan pendapatan untuk berbagai kebutuhan di masa mendatang.

Satria juga menjelaskan manfaat menabung sejak dini melalui efek compounding, yakni pertumbuhan nilai dana yang berasal dari hasil pengembangan tabungan atau investasi yang terus bertambah dari waktu ke waktu. Sebagai ilustrasi, seseorang yang menabung atau berinvestasi Rp500 ribu setiap bulan dengan rata-rata imbal hasil delapan persen per tahun berpotensi memiliki dana sekitar Rp91 juta dalam 10 tahun, meskipun total dana yang disetorkan hanya Rp60 juta.

“Yang membuat nilainya bertambah bukan hanya uang yang kita sisihkan, tetapi juga hasil pengembangannya yang terus menggulung. Karena itu, faktor yang paling menentukan bukan modal awal yang besar, melainkan konsistensi dan waktu. Semakin cepat seseorang memulai, semakin besar manfaat compounding yang bisa diperoleh,” katanya.

Saat ini masyarakat memiliki beragam pilihan instrumen untuk menyimpan sekaligus mengembangkan dana, mulai dari tabungan, deposito, tabungan emas digital, hingga investasi di pasar modal. Namun, Satria mengingatkan agar semangat menabung dan berinvestasi diimbangi dengan literasi keuangan yang memadai agar tidak terjebak pada investasi ilegal.

“Jangan sampai sudah memiliki kebiasaan menyisihkan uang, tetapi justru salah memilih instrumen investasi. Karena itu, penting untuk terus belajar dan mencari informasi dari sumber yang tepercaya sebelum mengambil keputusan keuangan,” tutupnya.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow