Angkatan Satu Abad Mu’allimin Resmi Melesat, 268 Kader Dilepas PP Muhammadiyah

Angkatan Satu Abad Mu’allimin Resmi Melesat, 268 Kader Dilepas PP Muhammadiyah

Smallest Font
Largest Font

SLEMAN — Sebanyak 268 kader tingkat VI Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta resmi dilepas dalam Haflah Takharruj Angkatan 100 yang digelar di Walidah Dahlan Convention Hall UNISA Yogyakarta, Gamping, Sleman, pada Ahad (10/5). Momentum pelepasan angkatan satu abad ini menjadi penanda penting perjalanan kaderisasi Mu’allimin sebagai sekolah kader persyarikatan yang telah melahirkan banyak tokoh bangsa dan umat.

Acara bertajuk “Angkatan Satu Abad Resmi Melesat” tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, bersama jajaran pimpinan PP Muhammadiyah lainnya, yakni Irwan Akib, Agus Taufiqurrahman, dan Muhammad Sayuti. Turut hadir pula Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Fajar Riza Ul Haq.

Dalam prosesi penuh khidmat, para kader yang dikenal sebagai “anak panah Muhammadiyah” itu secara simbolis dilesatkan langsung oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pelepasan tersebut bukan sekadar seremoni kelulusan, melainkan peneguhan amanah kader untuk terjun ke tengah masyarakat, melanjutkan dakwah, keilmuan, dan pengabdian di berbagai bidang kehidupan.

Direktur Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta, Mhd. Lailan Arqam, menyampaikan rasa bangga atas capaian Angkatan 100 yang dinilai menjadi salah satu generasi terbaik Mu’allimin dalam bidang akademik, kaderisasi, hingga prestasi global.

“Angkatan satu abad ini menunjukkan kualitas kader Mu’allimin yang mampu bersaing di level nasional maupun internasional, tanpa meninggalkan karakter keislaman dan kepemimpinan,” ujarnya.

Ia memaparkan sejumlah capaian strategis Angkatan 100, di antaranya keberhasilan 44 siswa diterima melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), setara dengan 41 persen siswa eligible. Selain itu, enam alumni berhasil diterima di universitas luar negeri yang masuk jajaran 50 terbaik dunia di Australia, Kanada, China, Singapura, dan Malaysia.

Prestasi akademik internasional juga ditunjukkan melalui capaian nilai Cambridge IGCSE Exam dengan predikat A* (A Star) serta raihan skor IELTS hingga 7,5. Tidak hanya itu, siswa Angkatan 100 mencatatkan total 369 kejuaraan mulai tingkat kabupaten hingga internasional, baik di bidang akademik maupun nonakademik. Sementara itu, sebanyak 17 alumni lainnya tengah dipersiapkan untuk melanjutkan studi ke Universitas Al-Azhar.

Dalam sambutannya, Haedar Nashir menegaskan bahwa Mu’allimin memiliki posisi strategis dalam menyiapkan generasi penerus umat dan bangsa yang berkarakter, berilmu, serta memiliki komitmen keislaman dan kebangsaan yang kuat.

Menurutnya, Angkatan 100 membawa tanggung jawab sejarah untuk terus menjaga marwah kader Muhammadiyah di tengah perubahan zaman yang berlangsung sangat cepat.

Sementara itu, dalam pidato kebangsaannya, Fajar Riza Ul Haq mengingatkan seluruh alumni Angkatan 100 agar selalu siap belajar hal-hal baru dan cepat beradaptasi dengan perkembangan zaman.

“Era saat ini menuntut setiap orang untuk terus belajar, terbuka terhadap perubahan, dan memiliki kemampuan beradaptasi yang baik. Kader Mu’allimin harus menjadi generasi pembelajar yang tangguh,” ujarnya.

Fajar juga mengajak para alumni menjadikan enam pesan Ahmad Syafii Maarif sebagai bekal moral dalam kehidupan bermasyarakat. Enam pesan tersebut pernah disampaikan Buya Syafii dalam Darul Arqam Purna Mu’allimin tahun 2021, yakni menyiapkan diri, melapangkan dada, tidak mudah marah, tidak mudah putus asa, menghadapi masyarakat dengan kepala tegak, serta menyampaikan pesan Islam dengan bahasa hati.

Menurutnya, pesan-pesan Buya Syafii tetap relevan di tengah tantangan sosial, budaya, dan perkembangan teknologi yang begitu dinamis.

“Pesan Buya Syafii bukan hanya nasihat personal, tetapi pedoman moral bagi kader Muhammadiyah agar tetap teduh, berintegritas, dan mampu menghadirkan Islam yang mencerahkan,” katanya.

Haflah Takharruj Angkatan 100 ini juga menjadi refleksi perjalanan panjang Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta dalam menyiapkan kader umat dan bangsa selama satu abad terakhir. Dari lembaga tersebut lahir banyak tokoh nasional, ulama, akademisi, hingga pemimpin persyarikatan yang berkiprah di berbagai bidang.

Dengan pelepasan Angkatan 100, Mu’allimin Muhammadiyah menegaskan komitmennya untuk terus melahirkan generasi kader yang unggul dalam ilmu, kokoh dalam akhlak, serta siap menjawab tantangan global dengan semangat Islam berkemajuan.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow